Markas : Jl. Peta No. 49 Tlp/Fax 022-5224189 Bandung.40243 /dpwpbbjabar@gmail.com

Senin, 09 Juli 2012

Tolak ukur adalah berdasarkan makna, bukan nama.



Allah ta'ala berfirman:

وكذلك جعلنا لكل نبي عدوا شياطين الإنس والجن يوحي بعضهم إلي بعض زخرف القول غرورا ولو شاء ربك ما فعلوه فذرهم وما يفترون، ولتصغي إليه أفئدة الذين لا يؤمنون بالآخرة وليرضوه وليفتروا ما هم مقترفون

"Dan demikianlah, Kami jadika bagi tiap tiap nabi itu musuh, yaitu setan setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan perkataan yang indah indah untuk menipu manusia. Jikalau Rob mu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa apa yang mereka ada adakan.
Dan juga agar hati orang orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat condong kepada bisikan itu, mereka merasa senang kepadanya dan supaya mereka mengerjakan apa yang mereka kerjakan" (Al An'am : 112
-113).

Banyak manusia yang tertipu dengan judul yang indah, hati mereka terpikat oleh trik dan perhiasan yang dipasang oleh negara negara dan pemerintah pemerintah. Demikian juga orang orang yang lugu dan polos, tertipu oleh nama nama dan gelar gelar yang dibawa oleh kelompok kelompok, firqoh firqoh, dan jama'ah jama'ah tertentu. Mereka merestui jama'ah jama'ah tersebut tanpa melihat hakekatnya dan hakekat dari nama dan gelar yang dibawanya, yang memperdaya mereka, mengaburkan urusan mereka, dan bisa jadi menjerumuskan banyak dari mereka ke dalam penyimpangan dalam manhaj dan kekaburan antara sabilul mu'minin dan sabilul mujrimin.

Oleh karena itu setan setan jin dan manusia telah memperindah nama nama dan memper-agung suatu penyimpangan, menghiasinya dan menamainya bukan dengan namanya yang sebenarnya, agar dapat mencegah pengikutnya dari al haq dan kebenaran.

Tipu daya menamai sesuatu bukan dengan namanya adalah kebiasaan iblis dan jalan setan. Karena yang paling pertama menghias nama dan mengutak atiknya agar dapat menyamarkan hakikatnya dan menipu manusia adalah iblis. Dialah pemilik kebiasaan dan trik ini, yaitu ketika menamai pohon yang menyebabkan dikeluarkannya Nabi Adam dari surga dan terhalangnya suatu nikmat dengan nama syajarutul khuldi wa mulku la yabla (pohon yang menyebabkan dapat hidup abadi di surga dan kerajaan yang tidak akan sirna). Agar dapat menipu bapak kita Adam 'alaihis salam. Kemudian orang orang munafiq dan musuh musuh syari'at telah mengikuti iblis dengan mengikuti trik ini serta menjadikanoya sebagai manhaj.

Allah subhanahu wa ta'ala telah menyebutkan bahwa orang orang munafik juga terbiasa menggunakan permainan buruk ini:

إذا قيل لهم لا تفسدوا في الأرض قالوا إنما نحن مصلحون

"Jika dikatakan kepada mereka: "Janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi!" Mereka menjawab: "Sesungguhowa kami hanyalah orang orang yang mengadakan perbaikan (ishlah)." (Al Baqarah:11)

Disini mereka menamai kerusakan dengan ishlah (perbaikan). Allah ta'ala berfirman:

ألم تر إلي الذين يزعمون أنهم آمنوا بما أنزل إليك وما أنزل من قبلك يريدون أن يتحاكموا إلي الطاغوت وقد أمروا أن يكفروا به 
ويريد الشيطان أن يضلهم ضلالا بعيدا، وإذا قيل لهم تعالوا إلي ما أنزل الله وإلي الرسول رأيت المنافقين يصدون عنك صدودا، فكيف إذا أصابتهم مصيبة بما قدمت أيديهم ثم جاءوك يحلفون بالله إن أردنا إلا إحسانا وتوفيقا 

"Apakah kamu tidak memperhatikan orang orang yang mengaku ngaku diri mereka telah berimankepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelummu? Mereka hendak berhukum kepada thogut, padahal mereka telah diperintah untuk kafir kepada thogut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka dengan penyesatan yang sejauh jauhnya. Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kalian tunduk kepada hukum yang telah Allah turunkan dan kepada Rosul!" Niscaya kamu lihat orang orang munafik menghalangi manusia dengan sekuat kuatnya dari mendekati kamu. Maka bagaimanakah halnya bila mereka ditimpa musibah disebabkan perbuatan tangan mereka semdiri, lalu mereka datang kepadamu sambil bersumpah: "Demi Allah kami sekali kali tidak menghendaki selain perbuatan baik dan taufiq." (An Nisa:60-62).

Disini mereka menamakan perbuatan berhukum kepada thogut sebagai perbuatan baik dan taufiq.

Inilah kebiasaan para thogut beserta orang orang yang mengikuti cara mereka. Mereka menjadikan kekafiran dan ilhad mereka sebagai keimanan dan perbuatan baik. Mereka mensifati kesesatan dan kerusakan mereka dengan kebaikan dan petunjuk. Mereka menamai tindakan terror dan penghinaan mereka terhadap hamba hamba Allah dengan tindakan pengamanan dan bakti kepada bangsa..!!! Dan sebaliknya, mereka mensifati jihadnya orang orang yang bertauhid serta da'wah dengan perbutan merusak, pengacau keamanan dan terroris..!!!

Dulu fir'aun telah mensifati Nabi Musa dan da'wah beliau:

إني أخاف أن يبدل دينكم أو أن يظهر في الأرض الفساد

"Sesungguhnya saya khawatir, dia (musa) akan mengganti din kalian atau menimbulkan kerusakan di muka bumi." (Ghofir:26).

Demikian juga mereka telah menghiasi perbuatan riba dan menamainya dengan bunga agar membolehkannya. Demikian juga mereka menamai khamar dengan minuman penghangat.

Dalam hadits shohih disebutkan:

يشرب ناس من أمتي الخمر يسمونها بغير اسمها

"Manusia dari umatku akan meminum khamar dan mereka menamainya bukan dengan namanya."

Kita menyaksikan pada zaman ini banyak jama'ah jama'ah, firqoh firqoh, dan kelompok kelompok yang menerapkan kebiasaan ini demi menyebarluaskan bid'ah mereka. Muncul klaim loyal dan cinta kepada ahlul bait. Dengan kover yang indah ini, orang orang rofidhoh (syi'ah) menyebarluaskan kebatilan mereka. Mereka merubah Al Qur'an, merusak kehormatan isteri isteri Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam, dan mengkafirkan jumhur sahabat beliau. Tindakan ini semua mereka lakukan atas nama loyalitas dan pembelaan terhadap ahlul bait.!!!

Sebagian kelompok ada yang menamakan aqidah kafir yang berdiri di atas pemahaman ilhad dan hulul sebagai tauhid..!!

Diantara mereka ada yang menjadikan peniadaan sifat sifat Rob sebagai perbuatan mensucikan Allah, demi menyebarluaskan kebatilannya.

Diantara kesesatan orang orang pada zaman kita sekarang, yaitu menamai demokrasi dan mensifatinya dengan syura demi melariskannya di khalayak masyarakat muslim awam dan demi menyesatkan mereka.

Diantara mereka pula ada yang mensifati dan menamai para pemerintah yang murtad dan thogut thogut sebagai waliyul amri, agar masyarakat mentaati dan loyal kepada mereka.

Diantara mereka pula ada yang menamai para da'i da'i tauhid dan mujahidin yang keluar dari ketaaatan kepada para thogut yang kafir sebagai orang orang yang bermanhaj takfiriyyun dan khowarij. Sebaliknya, mereka menamai manhaj mereka yang menjilat thogut thogut sebagai manhaj salafy atsary. Agar menjauhkan masarakat dari da'wah tauhid dan sebaliknya mendekatkan mereka kepada para thogut.!!!

Metode ini telah dianggap baik oleh pemerintah pemerintah dan mereka telah banyak menerapkannya. Sampai sampai saya sangat heran sekali terhadap kelancangan salah seorang penyidik senior dari kalangan intelijen, dimana dia telah mencaci din dan aqidah saya dengan cacian yang paling keji. Kemudian dia menerangkan ketika dia melihat memerahnya wajah saya: "Saya tidak mencaci aqidah dan din yang benar, melainkan saya mencaci din kamu itu!! Din kamu bukan din yang benar!!! Kamu zindiq!!!

Seandainya bermanfaat baginya permainan ini, tentu bermanfaat pula bagi syeikhnya dahulu, yaitu iblis.

Oleh karena itu, maka bagi setiap orang yang mencari kebenaran, hendaknya ia tidak langsung menerima hiasan dan nama nama, sampai ia melihat hakekatnya yang sebenarnya. Jangan sampai sampul yang besar menipunya, sampai ia melihat apa yang berada di belakangnya, tau betul hakekatnya bukan sekedar namanya, tau sejatinya bukan sekedar bentuknya, berdasarkan timbangan syari'at, yaitu timbangan tauhid yang kita istimewakan, bukan timbangan timbangan lain. Hendaknya hatinya tidak condong kepada perhiasan perhiasan atau apa apa yang ia sukai, dan agar tidak menyimpang dan bingung dalam menentukan manhaj.

فليس الإعتبار بالأسماء والمباني
وإنما الإعتبار بالحقائق والمعاني

Ibroh (pelajaran dan tolak ukur) bukanlah diambil dari nama dan huruf
Melainkan diambil berdasarkan hakikat dan ma'na nya.

Taukah engkau bunda, apa kesalahanku?






Tak 'kan kulupakan selama 'ku hidup tangismu yang 'tak kenal henti sejak hari penangkapanku...

Juga di setiap engkau menjengukku. Saat engkau berdiri di depan jendela besuk, air mata itu semakin deras mengalir, walau aku selalu senyum di hadapanmu...

Bunda... Janganlah terpikir dalam hatimu bahwa air matamu adalah barang sepele bagiku atau tidak berarti...Tidaklah begitu...

Semua orang, yang jauh ataupun yang dekat, telah mengetahui akan kecintaan dan baktiku padamu...

Hanya saja, engkaupun telah mengetahui wahai bunda, bahwa din Allah adalah lebih penting bagi kita semua... Tauhidullah adalah lebih kita cintai dari segalanya... Inilah udzurku wahai bunda, bila seandainya sayalah yang menjadi penyebab dari tangis dan kesedihanmu... Maka bersabarlah wahai bunda... 

Saya telah meyampaikan padamu berulang ulang bahwa kasus yang tengah kujalani ini adalah demi da'wah mulia... Demi dinullah dan tauhid...Maka cukuplah hal ini sebagai kebanggaanmu wahai bunda...

Saya melihat, engkau rela melakukan perjalanan jauh melintasi padang pasir, demi menjengukku... Di saat engkau menunggu lama di pintu penjara, engkau mendengar obrolan para wanita seputar kasus anak anak mereka, atau suami suami mereka atau saudara saudara mereka... Sebagian besar seputar masalah pencurian, perkosaan, narkoba, pembunuhan dan lain lain... Perhatikanlah wahai bunda... Betapa rendahnya kasus kasus tersebut, hingga dapat menjebloskan pelakunya ke dalam penjara selama bertahun tahun, memutus hubungan silatur rahim mereka dengan keluarganya, dengan orang orang yang mereka cintai, hingga menciptakan kekacauan yang besar... Hanya demi dunia yang fana... Atau demi syahwat sesaat yang hina...

Adapun kami wahai bunda... Saya telah berulang kali menjelaskan padamu perihal kasus dan tuduhan yang dituduhkan kepada kami. Kasus mulia, tinggi dan patut menjadi kebanggaan. Di zaman dimana sebagian besar orang berlutut menyerah dan tidak menolong din ini. Membungkukkan kepala mereka di hadapan para algojo musuh. Mereka puas dengan hidup hina. Mereka rela diam demi terlepas dari beban perjuangan ini. Maka engkau patut berbangga wahai bunda, atas tugas yang Allah anugerahkan kepada kami. Berdo'alah kepada Allah agar kita tetap tegar, agar Dia mengabulkan amalan kita dan menutup kehidupan kita dengan husnul khotimah. Kami menamai kasus kami ini dengan kasus لا إله إلا الله.

Kami sengaja untuk selalu mengumumkannya, menulisnya pada pintu tempat tidur kami, atau pada lembaran dan dokumen penjara. Agar hal ini menjadi pintu masuk untuk berda'wah kepada petugas keamanan penjara serta yang selain mereka, yang belum memahami kasus ini serta menjelekkannya. Yaitu ketika mereka dengan spontan bertanya: "Apakah لا إله إلا الله adalah sebuah kasus?"

Lalu kami semua menjawab: " "لا إله إلا الله. Begitulah yang mereka anggap".

Kemudian kami menjelaskan kepada mereka bahwa kalimat agung ini memiliki beban tugas, tuntutan tuntutan dan syasat syarat. Kalimat ini mengandung perkara perkara besar yang sebagiannya dapat mengokohkannya dan sebagian yang lain dapat membatalkannya. Yang dituntut tidak sekedar mengucapkannya saja, tapi juga menerapkannya.

Kemudian kami menjelaskan kepada mereka, bagaimana mereka telah bekerja siang malam demi robohnya kalimat ini beserta segala rukun rukunnya. Bagaimana mereka telah menjadi tentara musuh musuhnya, yang memeranginya dan memerangi penganut dan penolong penolongnya. Maka bagaimana mungkin mengucapkan kalimat ini dengan diiringi perbuatan perbuatan diatas dapat memberi manfaat bagi mereka.

Kalimat yang agung ini memiliki bala tentara yang berjihad demi menegakkannya. Yang rela mengorbankan waktu dan umur mereka demi mempertahankannya. Karena kalimat ini mereka dipenjara. Demi kalimat ini, demi menerapkan dan menegakkannya serta demi menegakkan syariatnya, mereka mendapatkan bala' dan disiksa. Dan kami berharap kepada Allah, agar Dia menjadikan kami termasuk dari mereka.

Kalimat inipun memiliki musuh musuh dan lawan lawan. Yang menolong apa apa yang bertentangan dan dapat membatalkan kalimat ini, yang berupa hukum hukum thogut dan din orang orang kafir. Perang diantara kedua kelopok ini terus berlanjut sejak Allah menciptakan makhluq... Dua kelompok yang berselisih... Dua kelompok yang selalu berselisih tentang Rob nya...

Diantara mereka (maksudnya diantara petugas keamanan penjara yang mendengar nasihat beliau ini. Pent) ada yang mengangguk nganggukkan kepalanya saat mendengar hal ini atau yang semisal. Mereka mengakui akan realita yang pahit ini, tetapi mereka beralasan dengan alasan mencari rezki dan nafkah anak anak serta alasan alasan lain yang serupa... Lalu kami menginkari alasan alasan mereka ini, yang dengannya mereka bergabung dan menolong kesyirikan. Bukankah Allah subhanahu wa ta'ala telah memperingatkan:

إن من أزواجكم و أولادكم عدوا لكم فاحذرهم

"Sesungguhnya diantara isteri isteri dan anak anak kalian ada yang menjadi musuh bagi kalian, maka waspadalah kalian terhadap mereka". (Surat At Taghobun : 14).

Dan bukankah Allah juga telah berfirman?:

قوا أنفسكم وأهليكم نارا وقودها الناس والحجارة عليها ملائكة غلاظ شداد لا يعصون الله ما إمرهم و 7فعلون ما يؤمرون

"Periharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, diatasnya terdapat malaikat malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan mereka selalu melaksanakan apa yang telah diperintahkan kepada mereka". (Surat : 6).

Diantara mereka pula, ada yang semakin angkuh dan sombong serta berterusan di dalam kebatilannya. Maka tidaklah mengherankan bila dada dada musuh musuh Allah tesasa sesak mendengar da'wah agung ini, da'wah yang selalu menyingkap kebatilan mereka dan kebatilan arbaab (rob rob) mereka. Allah ta'ala berfirman:

وإذا ذكر الله وحده اشمأرت قلوب الذين لا يؤمنون بالآخرة وإذا ذكر الذين من دونه إذاهم يستبشرون

"Dan apabila hanya nama Allah saja yang disebut, sesaklah hati orang orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, dan apabila nama sembahan sembahan mereka selain Allah yang disebut, tiba tiba mereka bergirang hati". (Surat Az Zukhruf : 45).

Dan tidaklah mengherankan jika mereka marah saat mendengar kami menerangkan kepada mereka hakekat tuduhan yang dituduhkan kepada kami... Sungguh Allah telah berfirman:

إنهم كانوا إذا قيل لهم لاإله إلاالله يستكبرون

"Sesungguhnya mereka, apabila dikatakan kepada mereka "laa ilaaha illaa Allah" (tidak ada ilah selain Allah) mereka menyombongkan diri. (Surat Ash Shoffaat : 35).

Semoga keselamatan bagimu wahai bunda...

Saya telah sering menjelaskan kepadamu bunda, akan tabiat dari jalan ini, dan bahwa ini adalah jalan para Rosul beserta jalan para pengikut dan hawariyyun mereka... Lalu masihkah selau menangis dan meneteskan air mata...?

Saya 'tak akan melupakan tangisanmu saat engkau hendak pamit dari kunjunganmu ketika 'idul adhha al mubarok. Janganlah terdetik dalam hatimu bunda saat melihat senyumku yang berterusan dari balik jendela besuk, bahwa saya mengabaikan dan menganggap remeh tangisanmu... Tidak, tidaklah begitu...

Akan tetapi harapan saya wahai bunda, kiranya engkau dapat mencoba melupakan perihal keadaan saya yang dipenjara, dan agar engkau dapat menyalurkan air mata dan kesedihanmu itu untuk sesuatu yang lebih agung dan lebih tinggi. Di hari itu pula aku membuat qoshidahku ini, untukmu bunda...


دينا جريحا ما عليه بواكيالا تبكني أماه وابك بلوعة
فلأجل ربي استطيب عذابياما كنت يوما رغم حبسي جاثيا
و أنا لربي قد نذرت حياتيافالسجن خير من حياة مذلة
والقوذ ليس بمطفئ أنوارياوالسجن ليس بحابس لي دعوتي
ورنينها يشجي ربوع فؤادياأنا هاهنا حر برغم سلاسلي
شعب يطأطئ للخيانة جاثياأنا هاهنا حر و دون قيودنا


Janganlah engkau menangisiku bunda.
Tangisilah din ini yang ditimpa bala.

Meski di penjara, aku pantang menyerah.
Demi Rob ku, siksaanpun 'kan terasa indah.

Penjara lebih baik dari hidup rendah.
Dan hidupkupun telah ku nadzarkan buat Allah.

Penjara 'tak akan merintangi da'wahku.
Juga belenggu 'tak akan memadamkan cahayaku.

Saya di sini merdeka meski dirantai.
Dan suaranya pun menenteramkan hati.

Saya disini merdeka, sedangkan mereka,
Mengangguk khianat lagi menyerah.


Hingga akhir bait bait qoshidah...

Ku ingat tangisanmu di jendela besuk... Dimana saya selalu bertanya kesana kemari, terkadang tentang keadaan ayah dan pekerjaan beliau... Terkadang pula tentang anak anakku dan kegaduhan mereka... Saya membawa pembicaraan kesana kemari, agar engkau lupa dari duka citamu. Bila percakapan kita mengarah ke masalah thogut atau anak buahnya, engkau menggigit bibirmu memberi isyarat: "Cukup, nanti mereka dengar!"

Ibu... Apa yang kita takutkan dan khawatiri..?

Tidakkah telah kuberitahu bahwa kami telah membuat mereka kenyang mendengar hal ini... Tidak ada satupun yang belum mereka dengar.. Allah... Saya melihat senyum bibirmu di tengah tangisanmu...

Berdo'alah buat keselamatan puteramu 'Ashim yang tengah tertawan. Bait bait syair ini kuhadiahkan buatmu...

أتعرفين جريمتي

ومن فؤادي بل من نزف شريانيمن عتمة السجن بل من نور إيماني1
أعددته في غد الأيام أكفانيأخط دعوتي بدمي علي ورق
تلك التي من أجلها زجوا بجثمانيأتعرفين يا أم أو تهمي
عن دحردعوتي أو من نزع إيمانيومزقوا جسدي من بعدي يئسوا
ولا أذل لطاغوت وخوانلأنني عشت لا أرضي بطاغية
من بطش جلادهم أو ظلم سجانلأنني لم أرتض صمتا يخلصني
براءتي من كفرهم جهرابأوطانيجريمتي أنني لازلت أعللها
فإنها منح من فضل رحمنفلاتقولي أضعت العمر في محن
فالله يرحمهم والله يرعانيولا تقولي صغارك لست ترحمهم
إني رضيت بعيش العز ديدانيفقر عينا ولا تبكي عفلي محني
الحاكمون به عبدوا كأوثانزنزانتي خور من صاحبت في زمن
فبندوقيتي يا أم الصاحب الثانيوإن أودعها يوما وأهجرها



Taukah engkau bunda, apa kesalahanku?

Dari kegelapan penjara dan cahaya imanku.
Dari lubuk hatiku dan danyut nadiku.

Kutulis da'wahku ini dengan darahku.
Yang kusiapkan sebelum datang kematianku.

Tahukah engkau bunda, apa kesalahanku?
Hingga dengannya mereka menghukumku.

Dan menyiksaku karena mereka tak mampu.
Memadamkan cahaya da'wah dan imanku.

Karena ku tak rela hidup bersama thogut.
Merendahkan diri di hadapan penghianat.

Karena ku tak sudi diam tak bicara.
Agar terlepas dari siksaan penjara.

Kesalahanku hanyalah sikap baro'ahku.
Dari kekafiran mereka dalam negeriku.

Janganlah menganggapku hanya buang buang waktu.
Bahkan inilah keutamaan dari Rob ku.

Jangan katakan kulalaikan anak anakku.
Allah lah yang menjaga mereka dan menjagaku.

Bergembiralah dan jangan menangisiku.
Ku rela hidup dengan kebiasaanku.

Selku, sungguh teman terbaikku.
Yang menghukumku diibadahi seperti berhala.

Bila kelak tiba masa bebasku
Maka senapan wahai bunda, teman keduaku.[2]


Abu Muhamad Al Maqdisi
Penjara Al Balqo 1418 H.

Ikrar Pelantikan DPC PBB Kab Indramayu

Ketua Umum membacakan Ikrar Pelantikan Pengurus DPC PBB Kabupaten Indramayu,

Ustadz Farid Okbah : Seorang Muslim harus selalu sadar bahwa dirinya memiliki musuh abadi


Bilal
Senin, 9 Juli 2012 16:24:24
JAKARTA (Arrahmah.com) - Seorang Muslim tidak boleh lupa bahwa dirinya mempunyai musuh, karena sejatinya setiap Muslim memiliki musuh yang abadi.
"Ini yang sering dilupakan oleh orang-orang merasa tidak punya musuh. Padahal Imam Ibnu Hazm Rahimahullah pernah mengatakan "orang yang merasa bahwa dirinya  tidak punya musuh itu orang yang Majnun (gila)". Kata Ustadz Farid Ahmad Oqbah saat mengisi kajian pagi dalam rangkaian acara Malam Bina Ima dan Taqwa (MABIT) Peduli Suriah di AQL Center, Tebet Utara, Jakarta, Minggu pagi (8/7).
Lanjut Ustadz Farid, keniscayaan seorang Muslim meiliki musuh abadi telah diinformasikan jauh-jauh hari oleh Allah melalui firmannya di surat Al-An'am :112, bahwa Allah menjadikan setiap nabi memiliki Musuh yaitu setan dari kalangan manusia dan Jin dengan membuat pernyataan yang  bagus-bagus untuk menyesatkan  hamba-hamba Allah.
"Ini harus diperhatikan dalam ayat itu Allah mendahulukan penyebutan setan dari jenis Manusia," ujarnya.
Mengingat dan menyadari keberadaan musuh, kata ustadz Farid, sangatlah penting bagi umat Islam agar tidak dizholimi seperti yang sudah-sudah.
"Ketika umat Islam lalai terhadap gerakan musuh ini, begitulah yang akan terjadi seperti pembantaian umat Islam di Afghanistan," jelasnya.
Pembantaian yang menurut Ustadz farid, terjadi di depan mata PBB, negeri-negeri arab, negeri-negeri Islam, dan memakan korban yang sangat banyak dari kaum Muslimin. Serta akibat, dari kondisi kaum Muslimin yang lemah dan tidak memiliki apa-apa (miskin) serta dibawah kungkungan pemerintahan boneka komunis sovyet.
Namun menurutnya, kondisi tersebut berubah ketika sekelompok umat Islam di Afghanistan mengikuti petunjuk Allah yang mengizinkan berperang bagi mereka yang dizolimi, dimana Allah menjanjikan kemenagan pula didalamnya.
 "Hal ini direalisasikan oleh 13 orang yang bergerilya bermodalkan jenggot dan belati. Dalam sebuah wawancara dengan pasukan Sovyet, mereka mengakui takut dengan Mujahidin yang bermodal dua hal itu" Ungkap ustadz Farid menjelaskan karomah Mujahidin.
Permusuhan tersebut, tidak berhenti pada Uni Sovyet saja. Setelah negeri 'Beruang merah' tersebut beserta negara satelitnya runtuh, menurutnya, Amerika menjadikan umat Islam  sebagai musuh selanjutnya berdasarkan thesis penasihat Gedung Putih Samuel Huntington mengenai 'clash civilisation' (benturan peradaban).
"Dari sana Amerika membuat isu perang melawan teror sebagai upaya memerangi Islam dan Mujahidin" tutur Ustadz Farid.
Menyikapi tantangan permusuhan tersebut, Ustadz Farid menghimbau kaum Muslimin untuk kembali kepada al Qur'an. Pasalnya, Allah telah memberitahukan metode menghadapi orang-orang kafir dan munafiq yang hendak memadamkan cahaya Allah. Yaitu melalui Bil huuda wah dinil haqberupa kekuatan Iman dan amaliyah.
"Bil huda atau petunjuk akan melahirkan keimanan, Makanya  pembinaan-pembinaan seperti acara Mabit tersebut, sangat penting untuk melahirkan keimanan,"ucapnya
Tambahnya, dengan keimanan lah akan lahir kekuatan. Sebab 70 % kekuatanberasal dari  Iman dan hanya 30 % berasal dari kekuatan fisik. " Jika imannya amburadul, perilaku dan omongan dan pribadi orang itu akan amburadul . Jika imannya bagus, maka akan menghasilkan karakter yang bagus pula,"ungkapnya.
Dan point kedua, sambung Ustadz Farid, yaitu wah dinil haq atau dengan menampilkan Haqmelalui amal-amal sholih yang dipraktekan. Hal itu akan mampu menegakkan kebenaran seperti tersirat pula dalam makna hadis yang diriwayatkan oleh Huzaifah bin Yaman Ra bahwa Islam mempunyai delapan bagian yang menjelaskan keberhasilan dilalui dengan mengamalkan perintah Allah. " Jika umat Islam ingin masuk dari delapan pintu surga, tidak boleh meninggalkan kedelapan bagian tersebut" tandasnya.
Delapan bagian Islam tersebut itu sendiri ialah Islam itu sendiri, Sholat, Puasa, , Zakat, haji, Jihad fi sabilillah, amar ma'ruf, Dan Nahi munkar. (bilal/arrahmah.com)

MUKERCAB II PARTAI BULAN BINTANG KABUPATEN BOGOR



Bulanbintangjabar :  Musyawarah Kerja Cabang DPC Partai Bulan Bintang Kabupaten Bogor telah dilaksanakan di Pendopo 45 hari kamis 05 juli 2012, Peserta seluruh Utusan DPAC se Kab Bogor dan pungsionaris DPC PBB Kab Bogor, badan otonom, selain tiu pula dihadiri  langsung oleh Ketua Umum DPP PBB DR. MS Ka’ban dan utusan DPW. Asep Deni Mutaqin. Sag dan ustd Tatang Mulyana.
Mukercab berlangsung cukup meriah selain dihadiri oleh peserta Mukercab, pada pembukaan dihadiri pula oleh seluruh kader dan simpatisan PBB yang ada di kabupaten Bogor.
Musyawarah Kerja Cabang II kab Bogor. Membahas beberapa program satu tahun kedepan, terutama penuntasan verifikasi  II Internal,
Selain Mukercab juga dibahas beberapa hal tentang kepengurusan terutama berkenaan dengan kepemimpinan yang ada di Kab Bogor.
Kabupaten Bogor dengan 40 kecamatan , merupakan daerah yang cukup luas sehingga para pengurus harus bekerja keras dalam mensosialisasikan partai, selain itu pula DPC PBB Kabupaten Bogor menargetkan satu kursi setiap dapil, satu kursi untuk DPRD Provinsi dan satu kursi DPR RI. ( Alit)

Pelantikan DPC PBB Kab Indramayu


Pelantikan DPC PBB Kabupaten Indramayu  di Asrama Haji Indramayu Hari Ahad 07 Juli 2012, yang sangat meriah, Pelantikan itu dihadiri sekitar 1500 orang kader dan simpatisan, dan dihadiri oleh Ketua Umum PBB DR. H. MS. Ka’ban, Pembina Dapil Wilayah III H. Topik Rahman, Ketua DPW PBB Jabar Drs. H. Arif Budiman MSi, Sekretaris DPW Alit Rahmat, Wakil Ketua Bid PO. Achmad Thohari dan Kordinator Deskpilkada  Nia Kurniasari ST.MT serta Majelis Pertimbangan Wilayah Partai Bulan Bintang jawa Barat  Ustd Ahmad Hidayat.
Pelantikan DPC PBB Kab Indramayu pun dihadiri oleh Undangan Kehormatan  DR H. Irianto MS Syafiuddin ( Kang Yance)  sebagai calon Gubernur Jawa Barat.

Selain itu Ketua Umum DPP PBB MS Ka’ban dan DPW PBB Jabar  diundang makan siang oleh Bupati dan Wakil Bupati Indramayu di Pendopo Indramayu

Hasil Survei Partai Islam Rendah Dibalik Stigma ….


Oleh : Alit Rahmat. SPd.I : Sekretaris DPW PBB Jabar

Bulanbintangjabar. Hasil survei yang menunjukkan rendahnya elektabilitas Partai Islam adalah pernyataan yang menyesatkan.

Sebenarnya rendah elektabilitas Partai Islam  bukan masalah Islam atau tidak Islam. Tetapi ada masalah partai Islam  atau partai menengah yang disebabkan oleh beberapa paktor diantaranya :

Pertama : adanya pemahaman berbeda diantara umat Islam tentang partai dan partai Islam

Kedua : Posisi Minoritas di parlemen  sehingga  kurang mampu tampil menjadi penggerak manuver politik di tingkat nasional.

Ketiga, karena demokrasi subtansial dibajak oleh demokrasi prosedural yang didominasi kosmetika pencitraan yang berbiaya tinggi, akibatnya partai menengah yang relatif terbatas aksesnya kepada sumber-sumber keuangan, secara faktual frekuensi penampilannya di media jauh lebih rendah dibandingkan partai papan atas.

Keempat, karena diberikannya ruang yang dominan di media massa atas tampilnya pemikir, pengamat, dan akademisi yang berorientasi politik sekuler, maka sedikit banyak, lontaran-lontaran pemikirannya membentuk opini publik khususnya di kalangan menengah ke atas.

"Namun demikian, terlepas dari motif dan momentumnya, masukan dari berbagai survei tetap kami jadikan sebagai masukan untuk perbaikan kinerja ke depan," 

Jumat, 06 Juli 2012

Ijtima Ulama MUI Perbolehkan Demonstrasi untuk Amar Ma’ruf Nahi Mungkar dan tidak Anarkis



KH Abdusshomad Buchori
TASIKMALAYA (salam-online.com): Ijtima Ulama di pesantren Cipasung menilai aktivitas demonstrasi atau unjuk rasa mendapat ketentuan hukum Mubah atau diperbolehkan di dalam Islam.
Hal ini diungkapkan Ketua Komisi Masail Asasiyah Wathaniyah, KH Abdusshomad Buchori dalam sidang pleno yang dilakukan pada Ahad malam (1/7/2012).
“Jika aksi demonstrasi diniatkan ikhlas karena Allah SWT, bertujuan untuk al-amr bi al-ma’rûf wa al-nahy ‘an al-munkar, dijadikan sarana perjuangan (jihad) untuk melakukan perubahan menuju suatu sistem nilai yang lebih baik berdasarkan al-Qur’an dan al-Sunnah, maka hal itu bernilai positif, sehingga hukumnya boleh (mubah),” kata Ketua MUI Jawa Timur itu membacakan keputusan di Ponpes Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, Ahad (1/7).
Menurut Kiai Buchori, demonstrasi hukumnya bisa berkembang menjadi sunnah atau wajib. “Tergantung padaqarinah (situasi dan kondisi)nya,”  ujarnya.
Sebaliknya, demonstrasi juga dapat menjadi haram jika terjadi tindakan brutal, anarkis dan tindakan yang mengancam keselamatan jiwa manusia, harta dan merusak fasilitas umum.
“Jika demonstrasi berubah menjadi perbuatan brutal, anarkis dan tindak kekerasan yang mengancam keselamatan jiwa manusia, harta, dan merusak fasilitas umum, maka dilarang oleh syariat Islam,” tambahnya.
Demo FUI Tolak Maksiat
Karena itu MUI memfatwakan bahwa demonstrasi harus dilakukan dengan cara-cara yang santun dan tertib, sesuai dengan nilai-nilai akhlakul karimah.
Fatwa MUI tersebut berpijak pada dasar-dasar Al-Qur’an dan Hadits. Selain itu MUI juga merujuk pada pendapat Ketua Persatuan Ulama Sedunia, Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi dalam mengambil keputusan mengenai demonstasi.
“Adalah menjadi hak umat Islam–sebagimana umat manusia lainnya–melakukan demonstrasi untuk mengungkapkan tuntatan dan menyampaikan kebutuhan mereka kepada pihak pemerintah dan pembuat keputusan dengan suara yang didengar dan tidak mungkin tidak diketahui. Sesungguhnya suara satu orang, terkadang tidak diperhatikan. Berbeda dengan suara para demonstran dalam jumlah besar, apalagi jika di antara mereka terdapat para tokoh yang mempunyai kedudukan penting dan pengaruh yang kuat di tengah-tengah masyarakat, maka pasti suara diperhatikan. Karena tuntutan yang disampaikan secara bersama lebih kuat dibanding apabila dilakukan sendirian,” (Majmu’ al-Fatawa, Al-Qaradhawi).
Dalam sidang Komisi Asasiyah Wathaniyah poin yang dihilangkan untuk menjadi bagian dari fatwa adalah ‘demonstrasi tidak menyebabkan kemacetan’. (arrahmah.com/salam-online.com)

Meraup Dosa Dengan Jilbab




Kepada para muslimah Allah swt telah dengan tegas memberi perintah agar menutup auratnya dengan jilbab. Sebagaimana firman-Nya:

Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (T.QS. Al Ahzab:59)

Sebagaimana pernah dibahas dalam artikel di rubrik yang sama dengan judul “Muslimah Modis, Why Not?”, yang dimaksud jilbab dalam ayat ini adalah baju terusan panjang yang diulurkan ke seluruh tubuh. Ingat, seluruh tubuh, bukan tubuh bagian atas sepotong, ditambah bagian bawah sepotong. Melainkan adalah model pakaian yang langsung menutupi seluruh tubuh, dari atas hingga bawah. Nah, kebanyakan kita biasa menyebutnya gamis.

Perintah tentang pentingnya menutup aurat ini juga dengan gamblang terdapat dalam firman Allah swt:

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (T.QS.An Nuur:31)

Jelas sudah bukan, bahwa menutup aurat bagi para muslimah adalah kewajiban syariat yang tak terbantahkan. Meninggalkannya kita berdosa. Menjalankannya kita raup pahala.

Yang Berdosa Karena Jilbab
Jika perintah berjilbab itu turun dari Allah swt, tentu mentaatinya akan berbuah pahala. Akan tetapi, sebagai muslimah kita harus waspada. Sebab, jilbab tak selalu mendatangkan pahala dan keridhoan Allah. Tapi justru sebaliknya, dengan jilbab kita dapat terjerumus ke lubang dosa.

Banyak diantara kita yang merasa dirinya telah menutup aurat dengan mengenakan jilbab. Ada yang pergi ke sekolah dengan rok dan atasan serta kerudung yang dililit di leher. Ada juga yang pergi ke kampus dengan celana jeans dan kaos ketat serta kerudung yang lagi-lagi dibuat mencekik leher. Tak mau kalah para muslimah karier yang pergi ke kantor dengan jilbab gaul ditambah semprotan parfum yang luar biasa wanginya. Dengan itu, semua merasa telah menutup aurat. Semua juga telah merasa mengenakan jilbab.

Tapi benarkah yang demikian yang dituntut oleh syariat agar diterapkan? Atau justru yang demikian itulah yang dapat menambah deretan panjang dosa-dosa kita?

Para muslimah, mari kita waspada. Inilah hal-hal yang dapat menjadikan jilbab kita sebagai ajang meraup dosa:

1.Jilbab Dengan Bahan Tipis dan Transparan
Mengenakan jilbab dengan bahan yang tipis memang terlihat modis. Ya, rata-rata bahan pakaian yang tipis akan menjadi model busana yang ‘jatuh’ menjuntai. Belum lagi jika kita tinggal di daerah yang notabene berhawa panas. Jilbab dengan bahan tipis menjadi pilihan yang nyaman dipakai. Tapi sadarkah para muslimah, jilbab dengan bahan tipis dan transparan ini adalah kriteria jilbab yang dapat menjerumuskan kita ke dalam dosa. Untuk kategori pakaian yang seperti ini, Rasulullah menyebutnya dengan istilah “Berpakaian tapi telanjang” sebagaimana sabda beliau:

Dua golongan ahli neraka yang tidak pernah aku lihat: seorang yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang dia memukul orang-orang, dan perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepalanya bagaikan punuk unta yang bergoyang. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan baunya, sekalipun ia bisa didapatkan dari jarak sekian dan sekian.”
(HR. Muslim)

2.Jilbab Ketat
Turunnya ayat yang mewajibkan muslimah berjilbab diantaranya adalah agar lekukan-lekukan tubuhnya dapat tertutup sempurna sehingga ia terbebas dari fitnah. Akan tetapi, hal ini tidak mungkin terwujud jika muslimah bermaksud menutupi auratnya dengan pakaian yang ketat. Meski terkadang pakaian seperti ini menutupi warna kulit, namun tetap saja pakaian ketat dapat menampakkan seluruh lekuk tubuh atau sebagiannya.

3.Jilbab Berparfum
Dari Abu Musa Al-Asyari bahwasanya ia berkta Rasulullah bersabda :

Siapapun perempuan yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum laki-laki agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah pezina.”
(HR. An-Nasai II:38,Abu dawud II:92, At-Tirmidzi IV:17, At-Tirmidzi menyatakan hasan shahih)

Perlu diketahui, di dunia barat sekuler, salah satu “fungsi” parfum adalah sebagai alat seducing man (menggoda laki-laki). Begitulah mudharat parfum yang dipakai oleh perempuan (ketika keluar rumah).

4.Jilbab Yang Menyerupai Pakaian Lelaki
Tidak asing dalam keseharian kita dapati muslimah yang merasa diri telah menutup aurat dengan celana jeans yang ketat, dipadu kemeja atau kaos lengan panjang, dan kerudung yang sekedar menutup kepala tanpa menjuntai hingga dada sebagaimana perintah Allah dalam Qur’an surat An Nuur ayat 31. Sedangkan hingga belahan dunia mana pun terlebih di Indonesia, kita mendapati bahwa celana dan kemeja adalah pakaian kaum lelaki.

Oleh karena itu, jika kita dapati muslimah dengan paduan busana yang demikian, maka sebenarnyalah ia sedang tampil menyerupai kaum laki-laki. Sedangkan Abu Hurairah berkata: “Rasulullah saw melaknat lelaki yang memakai pakaian yang menyerupai pakaian wanita, dan melaknat wanita yang memakai pakaian yang menyerupai pakaian lelaki.”

5.Jilbab Yang Menyerupai Wanita-wanita Kafir
Semakin pesatnya perkembangan mode --beberapa mengklaim sebagai mode busana muslimah-- menuntut kewaspadaan kaum muslimah. Pemahaman yang benar tentang jilbab yang memenuhi kaidah yang ditetapkan oleh hukum syara mutlak dimiliki oleh setiap muslimah. Jika tidak, alih-alih ingin mengenakan jilbab, ternyata pakaian yang kita kenakan justru menyerupai pakaian wanita-wanita kafir. Na’udzubillah. Sedangkan Abdullah bin Amru bin Ash berkata:
Rasulullah melihat saya mengenakan dua buah kain yang dicelup dengan warna ushfur, maka beliau bersabda: Sungguh ini merupakan pakaian orang-orang kafir maka jangan memakainya
(HR. Muslim 6/144, hadits Shahih)

Jelas bukan, jilbab seperti apa yang dapat menjerumuskan muslimah dalam dosa. Selain pemahaman yang benar akan ketentuan berjilbab yang sesuai dengan hukum syariat, tentunya penting bagi muslimah untuk terus berada dalam lingkaran saudara-saudara seiman yang tak lelah mengkaji dan mengaplikasikan ilmu-ilmu Allah. Agar muslimah dapat senantiasa istiqomah menjalankan syariat Allah, juga agar muslimah tidak menjadi sasaran musuh-musuh Islam yang tak henti-hentinya mempropagandakan hal-hal yang dapat merusak pemahaman terlebih keimanan kita. Tak terkecuali dalam hal berbusana. Wallahu’alam bi showwab.

Haifa Ramadhan

Setengah Juta Al-Quran Teronggok di Gudang



TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan menemukan 653 ribu Al-Quran menumpuk di gudang milik PT Adhi Aksara Abadi Indonesia, pemenang proyek tender penggandaan Al-Quran 2011, di daerah Bekasi, Jawa Barat. Anggota Badan Pemeriksa Keuangan, Sapto Amal Damandari, mengatakan kitab yang belum dibagikan itu termasuk dalam proyek tahun lalu.

Pada 2011, pengadaan Al-Quran oleh Kementerian Agama dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama sebanyak 225.045 buah dengan biaya Rp 4,5 miliar. Sedangkan tahap kedua menelan dana Rp 20,5 miliar, untuk pengadaan 653 ribu Al-Quran.

Menurut Sapto, pemeriksaan oleh tim BPK dilakukan pada Juni. Tim akan bertugas selama 50 hari kerja. Pemeriksaan dilakukan karena banyaknya Al-Quran yang menganggur.

Majelis Ulama Indonesia mengingatkan agar Kementerian Agama ikut mengawasi distribusi Al-Quran yang dibagikan secara gratis. "Jangan sampai ternyata separuh masih ada di gudang," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia Amidhan.

Ketika dimintai konfirmasi, Direktur Urusan Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama, Ahmad Jauhari, mengaku belum mengetahui temuan BPK. "Menurut anak buah saya, sudah didistribusikan semua," katanya, Kamis malam 5 Juli 2012.

Jauhari menduga Al-Quran yang masih mengendap di gudang ada kemungkinan adalah bagian dari proyek pengadaan tahun ini yang belum sempat dibagikan. Sebelumnya ia menyatakan, setelah dicetak, Al-Quran langsung didistribusikan ke kantor-kantor wilayah di setiap provinsi dan 150 kantor kabupaten.

Sejumlah daerah mengaku sudah menerima. Sumatera Barat, misalnya, mendapat 9.380 buah pada Maret lalu. Di Yogyakarta, 28 ribu Al-Quran sudah disebar ke seluruh wilayah. Adapun di Nusa Tenggara Timur, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama setempat, Eusabius Binsasi, mengaku belum menerima.

Anggota Komisi Agama Dewan Perwakilan Rakyat, Muhammad Baghowi, menyayangkan banyaknya Al-Quran yang belum dibagikan. "Ini berarti distribusi tidak berjalan," katanya kemarin.

Kisruh pengadaan Al-Quran membuat Komisi Pemberantasan Korupsi turun tangan. Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan Komisi akan mengusut pengadaan Al-Quran, selain kasus suap yang membelit anggota Dewan, Zulkarnaen Djabar. Komisi antirasuah ini menemukan indikasi dugaan pelanggaran dalam proses pengadaan kitab suci agama Islam ini. "Dalam proses penyelidikan, ditemukan beberapa unsur yang termasuk perbuatan melawan hukum," katanya, Kamis 5 Juli 2012.