Markas : Jl. Peta No. 49 Tlp/Fax 022-5224189 Bandung.40243 /dpwpbbjabar@gmail.com

Rabu, 05 Oktober 2011

Perilaku Dalam Organisasi


Sistem pengendalian manajemen mempengaruhi perilaku manusia. Sistem pengendalian manajemen yang baik mempengaruhi perilaku sedemikian rupa sehingga memiliki tujuan yang selaras; artinya tindakan-tindakan individu yang dilakukan untuk meraih tujuan-tujuan pribadi juga akan membantu untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.
Tujuan yang searah
Manajemen senior menginginkan agar organisasi mencapai tujuan organisasi. Tetapi anggota individual organisasi mempunyai tujuan pribadi masing-masing yang tidak selalu konsisten dengan tujuan organisasi. Dengan demikian, tujuan utama dari sistem pengendalian manajemen adalah memastikan tingkat keselarasan tujuan yang tinggi. Sistem pengendalian yang memadai setidaknya tidak akan mendorong individu untuk bertindak melawan kepentingan organisasi. Misalnya, bila sistem menekankan pada pengurangan biaya dan manajer merespons dengan cara mengurangi biaya dalam unit nya sendiri dengan cara mengalokasikan jumlah yang lebih besar ke unit lain, maka manajer telah termotivasi, tetapi kea rah yang keliru.
Dalam mengevaluasi praktik pengendalian manajemen, ada dua pertanyaan penting yang diajukan :
1.      Tindakan apa yang memotivasi orang untuk bertindak demi kepentingan diri mereka sendiri ?
2.      Apakah tindakan-tindakan ini sesuai dengan kepentingan organisasi tersebut?
Faktor-faktor informal yang mempengaruhi keselarasan tujuan
Baik sistem formal maupun proses informal mempengaruhi perilaku manusia dalam organisasi perusahaan, konsekuensinya, kedua hal tersebut akan berpengaruh pada tingkat pencapaian keselarasan tujuan sebagaimana disebutkan di atas. Namun hal yang juga untuk diperhatikan oleh para perancang sistem sistem pengendalian formal adalah aspek-aspek yang berkaitan dengan proses informal, seperti etos kerja, gaya manajemen, dan budaya yang melingkupi, karena untuk menjalankan strategi organisasi secara efektif mekanisme formal harus berjalan seiring dengan mekanisme informal, Oleh karena itu, sebelum sistem formal didiskusikan, akan diuraikan faktor-faktor informal, baik yang bersifat internal maupun eksternal, yang memainkan peranan kunci dalam rangka meraih keselasan dengan tujuan perusahaan.
Faktor-faktor eksternal
Faktor-faktor eksternal adalah norma-norma mengenai perilaku yang diharapkan di dalam masyarakat, di mana organisasi menjadi bagiannya. Norma-norma ini mencakup sikap, yang secara kolektif sering juga disebut etos kerja, yang diwujudkan melalui loyalitas pegawai terhadap organisasi, keuletan, semangat, dan kebanggan yang dimiliki oleh pegawai dalam menjalankan tugas secara tepat waktu. Beberapa sikap di atas bersifat lokal-yaitu spesifik untuk kota atau wilayah di mana organisasi beroperasi. Contoh-Silicon Valley-suatu wilayah yang membentang sepanjang 30 mil dan selebar 10 ml di California utara-adalah salah-satu pusat utama penciptaan bisnis baru dan kesejahteraan dalam ekonomi Amerika Serikat. Daerah ini menarik perhatian orang-orang yang mempunyai kesamaan dalam karakteristik mereka, yaitu semangat kewiraswastaan keingingan untuk bekerja keras, ambisi yang tinggi dan kesukaan untuk bekerja dalam wilayah kerja yang informal. Dalam 50 tahun terakhir, Silicon Valley telah menciptakan perusahaan-perusahaan seperti Hewlett-Packard, Microsoft, Apple Computer, Sun Microsystems, Oracle, Cisco Systems dan intel. Bahkan setelah siklus sukses dan bangkrut, perusahaan lini lama dan perusahaan”dot com” yang bertahan, tetap meningkatkan reputasi Silicon Valley sebagai pusat inovasi teknologi.
Faktor-faktor internal
Budaya
Faktor yang terpenting adalah budaya di dalam organisasi itu sendiri, yang meliputi keyakinan bersama, nilai-nilai hidup yang dianut, norma-norma perilaku serta asumsi-asumsi yang secara implicit diterima dan secara eksplisit dimanifestasikan di seluruh jajaran organisasi. Norma-norma budaya sangatlah penting karena hal tersebut bisa menjelaskan mengapa dua perusahaan dengan sistem pengendalian manajemen formal yang sama, bervariasi dalam hal pengendalian actual. Contoh. Johnson & Johnson (J&J) memiliki budaya perusahaan yang kuat, sebagaimana ditunjukkan oleh kredo perusahaan. Seseorang tidak dapat sepenuhnya memahami dampak dari sistem pengendalian formal yang dipakai oleh J&J tanpa melihat kredo perilaku yang diterapkan perusahaan pada para pegawainya. Hal ini dengan nyata ditunjukkan pada saat terjadinya krisis kapsul Tylenol tahun 1982. Pada sat itu, tujuh orang tewas karena memakan kapsul Tylenol. J&J menarik seluruh kapsul Tylenol dari pasar AS, meskipun kapsul-kapsul yang beracun itu terjual di Chicago, diutak-atik di luar lokasi J&J, dan individu yang bertanggung jawab atas keracunan itu bukan pegawai J&J. Perusahaan tersebut juga melancarkan kampanye untuk memberikan informasi kepada ahli-ahli kesehatan dan masyarakat luas mengenai langkah-langkah yang diambil oleh perusahaan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa yang akan datang. Secara keseluruhan, J&J membelanjakan $100 juta untuk menanggapi krisis Tylenol. Pegawai-pegawai J&J berpendapat bahwa tindakan mereka selama terjadinya krisis berpijak pada keyakinan mereka terhadap kredo perusahaan, yang menekankan tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat, meskipun hal tersebut akan berdampak negatif terhadap tingkat keuntungan perusahaan dalam jangka pendek.
Gaya Manajemen
Faktor internal yang barangkali memilki dampak yang paling kuat terhadap pengendalian manajemen adalah gaya manajemen. Biasanya, sikap-sikap bawahan mencerminkan apa yang mereka anggap sebagai sikap atasan mereka, dan sikap para atasan itu pada akhirnya berpijak pada apa yang menjadi sikap CEO. Para manajer memiliki kualitas dan gaya yang beragam. Beberapa diantaranya memilki kharisma dan ramah; sementara yang lain ada yang bergaya agak santai. Ada manajer yang banyak melewatkan waktunya dengan melihat-lihat dan berbicara pada banyak orang manajemen dengan cara berkeliling (management by walking around); sementara ada juga manajer yang menyibukkan dirinya dengan menulis laporan. Contoh. Ketika Reginald Jones diangkat sebagai CEO General Electric pada awal dasawarsa 1970-an, perusahaan itu merupakan perusahaan besar, multi-industri yang kinerjanya sangat baik di pasaran. Tetapi perusahaan tersebut memilki masalah tersendiri; skandal penetapan harga sehingga sejumlah eksekutif masuk penjara, diiringi dengan kekalahan perusahaan tersebut yang menyebabkan perusahaan mundur dari bisnis komputer. Gaya manajemen Jones sangatlah cocok untuk menerapkan disiplin ke perusahaan tersebut. Jones adalah orang yang formal, bermartabat, berbudi halus, cemerlang, serta memilki tekad dan kemampuan yang kuat untuk mendelegasikan wewenang. Dia melembagakan perencanaan strategi formal dan membangun salah-satu unit perencanaan strategis pertama kali dalam sebuah perusahaan besar.
Ketika Jones mengundurkan diri pada tahun 1980, dewan General Electric sengaja memilih Jack Welch, seseorang yang memiliki gaya manajemen yang sangat berbeda, untuk menggantikannya. Welch adalah orang yang lantang, tidak sabaran, bersifat informal dan memiliki jiwa wiraswasta. Kualifikasi seperti ini sangat cocok dalam era pertumbuhan pada dasawarsa 1980-an dan 1990-an. Tindakan-tindakan yang diambil oleh Welch antara tahun 1981 dan 1999-seperti akuisisi besar-besaran, peralihan dari usaha manufaktur ke bidang jasa, globalisasi secara cepat ke Eropa dan Asia, penerapan konsep-konsep seperti pelatihan  dan kualitas Six sigma, integrasi internet ke dalam seluruh bisnis GE-semuanya menempatkan General Electric dalam jalur pertumbuhan yang sangat solid. Selama periode itu, tingkat penjualan GE meningkat empat kali lipat, dari $27 miliar pada tahun 1981 menjadi $1,6 miliar pada tahun 1998, atau keuntungannya meningkat enam kali lipat, dari $1,6 miliar pada tahun 1981 hingga $9,2 miliar pada tahun 1998. Sementara, harga saham GE meningkat 3.100 % dari $4,20 pada bulan Maret 1981 menjadi $133,75 pada November 1999-peringkat S&P 500 meningkat tiga kali selama periode yang sama.
Pada tahun 2001, ketika Jack Welch pension setelah 20 tahun mengabdi, Jeff Immelt dipilih sebagai presiden dan CEO. Immelt dilihat sebagai pemimpin yang terpercaya, ramah, dan disukai dengan latar belakang pengalaman di beberapa bisnis GE. Sementara Welch ditakuti dalam lingkungan GE, immelt malah dipuja-puja. Immelt berencana untuk menfokuskan GE pada penggunaan teknologi berorientasi pada konsumen, bauran bisnis, dan keanekaragaman manajemen untuk meningkatkab kinerja perusahaan yang paling berharga di dunia.
Organisasi Informal
Kenyataan-kenyataan yang ditemui selama berlangsungnya proses pengendalian manajemen tidak bisa dipahami tanpa mengetahui arti penting dari hubungan-hubungan yang menyusun di organisasi yang bersifat informal.
Persepsi dan Komunikasi
Pesan-pesan yang diserap dari berbagai sumber ini bisa jadi bertentangan satu sama lain, atau bahkan memiliki interpretasi yang sangat beragam. Maka komunikasi perlu dibangun menyamakan persepsi.
Sistem Pengendalian Formal
Pengaruh besar lainnya adalah sistem yang bersifat formal. Sistem ini bisa diklasifikasikan ke dalam dua jenis: (1) sistem pengendalian manajemen (2) aturan-aturan.
Aturan-aturan
Kita menggunakan istilah :”aturan-aturan” sebagai seperangkat tulisan yang memuat semua jenis instuksi dan pengendalian, termasuk di dalamnya adalah instruksi-instruksi jabatan, pembagian kerja, prosedur standar operasi, panduan-panduan, dan tuntunan-tuntunan etis. Aturan-aturan itu beragam sifatnya mulai dari yang sangat remeh (misalnya, klip kertas hanya akan diberikan jika diminta melalui daftar permintaan yang ditandatangani secara resmi) hingga aturan yang sangat penting (contohnya pengeluaran modal lebih dari $ 5 juta harus mendapat persetujuan dewan direksi). Tidak seperti arahan-arahan yang bersifat implicit dalam jumlah anggaran, yang bisa berubah dari bulan ke bulan, hampir semua aturan biasanya bersifat jangka panjang; yaitu aturan-aturan tersebut akan selalu ada sampai aturan-aturan itu dimodifikasi, yang jarang terjadi.
Beberapa jenis aturan bisa dilihat di bawah ini :
Pengendalian fisik. Penjaga keamanan, gudang-gudang yang terkunci, ruangan besi, passwords komputer, televise pengawas, dan pengendalian fisik lainnya merupakan bagian dari struktur pengendalian.
Manual. Ada banyak pertimbangan untuk memutuskan aturan-aturan mana yang harus dituliskan ke dalam panduan, mana yang mesti diklasifikasikan sebagai pedoman, seberapa banyak toleransi yang diperbolehkan dan beberapa pertimbangan lainnya. Manual dalam organisasi birokratis jauh lebih rinci dibandingkan dengan aturan organisasi lain. Organisasi besar memilki panduan dan aturan yang lebih banyak dibandingkan dengan organisasi-organisasi lain yang lebih kecil. Organisasi yang tersentralisasi memiliki banyak aturan dibandingkan dengan organisasi yang terdesentralisasi. Dan yang terakhir, organisasi memiliki unit-unit yang tersebar secara geografis (seperti jaringan restoran cepat saji) mempunyai lebih banyak aturan dibandingkan dengan organisasi yang terpusat secara geografis.
Pengamanan sistem. Berbagai pengamanan sistem di rancang ke dalam sistem pemrosesan informasi untuk menjamin agar informasi yang mengalir melalui sistem itu akan bersifat akurat dan untuk mencegah kecurangan. Hal ini meliputi: pemeriksaan silang secara terinci; pembubuhan tanda tangan dan bukti-bukti lain bahwa sebuah transaksi telah dijalankan; melakukan pemilihan; menghitung uang yang ada dan aktiva-aktiva yang mudah di bawa sesering mungkin; serta sejumlah prosedur lain. Hal tersebut juga mencakup pengecekan sistem yang dilakukan oleh auditor internal dan eksternal.
Proses Kendali Secara Formal
Suatu perencaan strategis akan melaksanakan tujuan dan strategi organisasi. Seluruh informasi yang tersedia dipergunakan untuk membuat perencanaan ini. Perencanaan strategis tersebut kemudian di konversi menjadi anggaran tahunan yang fokus pada pendapatan dan belanja yang direncanakan untuk masing-masing pusat tanggung jawab. Pusat tanggung jawab ini juga dituntun oleh aturan-aturan dan infornasi formal lain. Pusat tanggung jawab menjalankan operasi-operasi yang ditugaskan, dan hasilnya kemudian di nilai dan dilaporkan. Hasil-hasil aktual kemudian dibandingkan dengan anggaran untuk menentukan apakah kinerjanya memuaskan atau tidak.
Jenis-Jenis Organisasi
Strategi suatu perusahaan memiliki pengaruh yang besar terhadap strukturnya. Pada gilirannya, jenis struktur akan mempengaruhi rancangan sistem pengendalian manajemen organisasi. Meskipun kualitas dan ukuran organisasi itu sangat beragam, setidaknya organisasi bisa dikelompokkan ke dalam tiga kategori umum :
1.      Stuktur fungsional, di dalamnya setiap manajer bertanggung jawab atas fungi-fungsi yang terspesialisasi seperti produksi atau pemasaran.
2.      Struktur unit bisnis, di dalamnya para unit manager bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas dari masing-masing unit, dan unit bisnis berfungsi sebagai bagian independen dari perusahaan.
3.      Struktur matriks, di dalamnya unit-unit fungsional memiliki tanggung jawab ganda.
Organisasi-organisasi fungsional
Alasan dibalik bentuk organisasi fungsional melibatkan gagasan mengenai seorang manajer yang membawa pengetahuan khusus untuk mengambil keputusan yang berkaitan dengan fungsi spesifik, yang berlawanan dengan manajer umum yang kurang memilki pengetahuan khusus. Seorang manajer pemasaran dan seorang manajer produksi yang terampil kemungkinan besar akan mampu mengambil keputusan yang lebih baik di bandingkan dengan seorang manajer yang bertanggung jawab atas kedua bidang itu sekaligus. Lebih lanjut lagi, seorang spesialis yang terampil harus mampu melakukan supervisi atas para buruh yang bekerja dalam bidang yang sama secara lebih baik dibandingkan dengan seorang manajer generalis. Oleh karena itu, keuntungan terpenting dari struktur fungsional adalah efisiensi..
Ada sejumlah kelemahan pada struktur fungsional. Pertama, dalam sebuah organisasi fungsional terdapat ketidakjelasan dalam menentukan efektivitas manajer fungsional secara terpisah (seperti manajer produksi dan manajer pemasaran) karena tiap fungsi tersebut sama-sama memberikan kontribusi pada hasil akhir. Oleh karena itu, tidak ada cara untuk menentukan bagian dari laba yang dihasilkan masing-masing fungsi. Kedua, jika organisasi, terdiri dari beberapa manajer yang bekerja dalam satu fungsi yang melapor ke beberapa manajer pada tingkat yang lebih tinggi dari fungsi tersebut, maka perselisihan antar para manajer dari fungsi-fungsi berbeda hanya dapat diselesaikan di tingkat atas, meskipun perselisihan itu berasal dari tingkatan organisasi yang lebih rendah. Sebagai contoh, departemen pemasaran mungkin ingin memenuhi kebutuhan konsumen untuk sejumlah tertentu dari suatu produk bahkan jika hal tersebut berarti kerja lembur untuk departemen produksi-dimana departemen produksi mungkin tidak rela menanggung biayanya.  Ketiga, struktur fungsional tidak memadai untuk diterapkan pada sebuah perusahaan dengan produk dan pasar yang beragam. Contoh. Pada tahun 2002, Deera & Co. diorganisasikan ke dalam empat unit bisnis: perlengkapan pertanian; perlengkapan konstruksi; perlengkapan konsumen; dan kredit. Karena beragamnya produk dan segmen konsumen yang dilayaninya, maka Deera & Co. tidak bisa menerapkan struktur fungsional.
Unit-unit Bisnis
Bentuk organisasi unit bisnis dari organisasi dirancang untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terdapat pada struktur fungsional. Suatu unit bisnis, yang juga disebut sebagai divisi, bertanggung jawab atas seluruh fungsi yang ada dalam produksi dan pemasaran sebuah produk. Unit bisnis tersebut bertanggung jawab untuk melakukan perencanaan dan koordinasi kerja dari berbagai fungsi yang terpisah – sebagai contoh, memastikan agar rencana departemen pemasaran bisa disesuaikan dengan kemampuan produksi-dan untuk menyelesaikan perselisihan yang mungkin timbul diantara fungsi-fungsi ini. Kinerja unit bisnis tersebut kemudian diukur dengan profitabilitas dari unit bisnis itu. Contoh. Unit-unit bisnis Nabisco menggunakan sistem distribusi yang berbeda untuk produk yang berbeda-beda pula. Sebagai contoh, unit biskuitnya menggunakan truk-truk dan bagian penjualannya sendiri, untuk secara langsung mengirimkan barang kepada pihak pengecer-sebuah pendekatan yang memakan banyak biaya, namun hal ini diyakini oleh pihak manajemen sebagai pendekatan yang dibenarkan dalam kaitannya dengan meningkatnya hubungan dengan konsumen dan pengendalian yang lebih melekat terhadap persediaan dan penjualan toko-toko tersebut.
Keuntungan dari bentuk perusahaan unit bisnis ini adalah bahwa struktur ini bisa berfungsi sebagai tempat pelatihan bagi manajemen secara umum. Seorang manajer unit bisnis dituntut untuk bisa menunjukkan kewirausahaan yang sama seperti yang dipunyai oleh CEO dari perusahaan independen. Keuntungan lain dari tipe struktur ini adalah bahwa karena unit bisnis lebih dekat dengan pasar dari produk-produknya dibandingkan dengan kantor pusat, maka para manajer unit bisnis dapat membuat keputusan-keputusan produksi dan pemasaran yang lebih baik dibandingkan dengan cara yang diputuskan oleh kantor pusat.  Kerugian dari unit bisnis ini adalah adanya kemungkinan bahwa masing-masing staf unit bisnis ini menduplikasi sejumlah pekerjaan yang dalam organisasi fungsional dikerjakan di kantor pusat.
Contoh. Dalam kelompok perusahaan pesawat terbang Boeing, rancangan dan pembuatan pesawat dibagi ke dalam lingkup produk pesawat berbadan kecil (737 dan 752) dan pesawat, berbadan lebar (747,767 dan 777). Akan tetapi, pembuatan komponen structural utama membutuhkan peranti-peranti mesin yang dikendalikan oleh komputer dalam jumlah yang sangat besar dan kecil. Hal tersebut dinilai terlalu mahal untuk diduplikasi pada setiap produknya. Malahan, sebuah unit pabrikasi sentral dibuat dan seluruh aktivitas pembuatan pesawat yang membutuhkan skala yang luas dan keterampilan yang tinggi ditempatkan di dalam unit pabrikasi sentral tersebut serta ditanggung oleh lintas satuan produk. Struktur ini merupakan campuran anara produk dan fungsi.
Fungsi controller
Orang yang bertanggung jawab dalam merancang dan mengoperasikan sistem pengendalian manajemen disebut sebagai seorang kontroler. Sebenarnya, di banyak organisasi, jabatan orang ini adalah Chief Financial Officer (CFO). Kontroler biasanya menjalankan fungsi-fungsi sebagai berikut :
1.      Merancang dan mengoperasikan informasi serta sistem pengendalian
2.      Menyiapkan pernyataan keuangan dan laporan keuangan kepada para pemegang saham dan pihak-pihak eksternal lainnya.
3.      Menyiapkan dan menganalisis laporan kinerja, menginterpretasikan laporan-laporan ini untuk para manajer, menganalisis program dan proposal-proposal anggaran dari berbagai segmen perusahaan serta mengkonsolidasikannya ke dalam anggaran tahunan secara keseluruhan.
4.      Melakukan supervisi audit internal dan mencatat prosedur-prosedur pengendalian untuk menjamin validitas informasi, menetapkan pengamanan yang memadai terhadap pencurian dan kecurangan serta menjalankan audit operasional.
5.      Mengembangkan personel dalam organisasi pengendali dan berpartisipasi dalam pendidikan personal manajemen dalam kaitannya dengan fungsi pengendali.
Fungsi pengendalian adalah fungsi staf. Meskipun seorang kontroler biasanya bertanggung jawab untuk merancang maupun mengoperasikan sistem yang mengumpulkan dan melaporkan informasi, pemanfaatan informasi ini adalah tanggung jawab jajaran manajemen. Seorang pengendali barangkali bertanggungjawab untuk mengembangkan dan menganalisis tolak ukur yang digunakan untuk melakukan pengendalian serta merekomendasikan tindakan-tindakan yang diperlukan ke pihak manajemen. Kemungkinan-kemungkinan lainnya mencakup memonitor ketaatan pada batas-batas pengeluaran yang sudah ditetapkan oleh kepala eksekutif, mengendalikan integritas sistem pencatatan serta menjaga aktiva perusahaan dari pencurian dan penipuan.

PERDAGANGAN PEREMPUAN : Sebuah Kekhawatiran!


Arus kapitalisme yang berjalan beriringan dengan globalisasi, mengantarkan manusia menjadi matrealistis. Tak dapat disangkal, bahwa industrialisasi sebagai salah satu cirinya menunjukkan perkembangan yang semakin pesat. Berbagai komoditi dijadikan sebagai objek dalam indutrialisasi tersebut dan berdampak terhadap kreativitas manusia dalam menemukan jenis komoditi yang dapat mendatangkan banyak keuntungan (uang). Tata nilai kemudian terpinggirkan dan Hak Asasi Manusia (HAM) pun tidak lagi dijunjung tinggi.
Salah satu kreativitas bebas nilai yang ditemukan oleh manusia, adalah menjadikan manusia sebagai komoditi industri. Manusia diperdagangkan, diperjualbelikan, seperti layaknya komoditi lain. Sederhananya, manusia berdagang manusia. Dalam sistem yang terorganisir, manusia masuk dalam industri perdagangan manusia yang berlangsung tidak hanya dalam negara saja, tapi juga melewati lintas batas negara.
Hingga hari ini, perdagangan manusia masih menjadi isu global yang mengemuka. Dalam perkembangannya, perdagangan manusia adalah bentuk modern perbudakan yang luas terjadi di seluruh dunia. Memperdagangkan manusia adalah industri kejahatan terbesar kedua di dunia setelah perdagangan obat terlarang dan merupakan yang tercepat pertumbuhannya. Menurut Laporan Perdagangan Manusia Amerika Serikat 2004, 5.564 perempuan ditangkap dan ditahan di Malaysia karena dicurigai melakukan prostitusi dan mereka adalah korban perdagangan manusia.. Sedangkan dalam catatan Asian Development Bank, pada tahun 2003 sebanyak satu sampai dua juta manusia diestimasi telah diperdagangkan di seluruh dunia. Sebagian besar dari negara miskin dan berada pada tahap berkembang.
Dalam aktivitas perdagangan manusia tersebut, perempuan juga telah menjadi bagian dari komoditas yang dieksploitasi. Fakta membuktikan bahwa perempuan telah dieksploitasi sedemikian rupa. Dalam kondisi seperti ini, anak-anak bangsa menjadi kehilangan tokoh ibu yang bisa dijadikan pujaan dan kebanggaan. Dunia kehilangan figur perempuan yang mulia. perempuan-perempuan yang diperlakukan seperti barang dagangan.
Dalam penelitian Anatona Guno mengenai perbudakan dan perdagangan di kawasan Selat malaka dalam kurun waktu tahun 1786-1980, perempuan menjadi komoditas yang menarik karena mempunyai harga jual yang lebih tinggi daripada laki-laki. Perempuan yang diperdagangkan ini ditujukan untuk keperluan sebagai buruh, pelacuran dan dijadikan istri, dengan melibatkan berbagai kelas sosial, etnis, dan golongan. Permintaan pasar tehadap komoditi perempuan jauh lebih besar dibandingkan permintaan pasar terhadap laki-laki. Itulah sebabnya perempuan yang menjadi korban perdagangan manusia jauh lebih besar dibandingkan laki-laki. Sebagai komoditi, perempuan lebih sering dijadikan pekerja seks dalam industri prostitusi dimana konsumen dalam industri ini didominasi oleh laki-laki. Industri prostitusi merupakan permintaan paling banyak dalam kasus perdagangan perempuan. Tetapi tidak hanya itu, perempuan diperdagangkan juga untuk dijadikan budak, buruh dan bahkan untuk kepentingan penjualan organ tubuh. Berbeda dengan laki-laki, jumlah permintaan pasar untuk menjadikan laki-laki sebagai komoditi relatif lebih kecil karena peruntukkan komoditi laki-laki terutama hanya untuk dipekerjakan sebagai buruh kasar (bangunan, pabrik). Dengan kata lain, peruntukkan komoditi laki-laki dalam perdagangan manusia, sebagian besar hanya untuk dieksploitasi tenaganya.
Dilandasi oleh faktor kemiskinan dan rendahnya tingkat pendidikan dapat menggeser manusia untuk bisa bertahan dalam tantangan arus globalisasi. Masyarakat yang pragmatis menjadikan perempuan sebaagi aset yang menghasilkan uang. Apalagi oleh masyarakat di negara miskin. Perempuan dianggap sebagai kelompok kelas kedua (subordinate), sementara laki-laki sebagai pemilik kekuasaan despotik terhadap perempuan yang bisa melakukan apa saja. Termasuk memperdagangkan perempuan. Kondisi ini akhirnya menempatkan anak perempuan dalam keterpaksaannya, untuk dijadikan komoditi. Di Asia, seringkali perempuan yang diperdagangkan buta huruf, dari desa terpencil, miskin, etnis minoritas dan kasta terbawah.
Pada bulan Oktober 2006, Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan menyebutkan ada 18 perempuan Indonesia dari berbagai daerah yang diperdagangkan sebagai pekerja seks komersial ke Jepang, padahal menurut janji awal mereka akan menjadi duta seni sebagai penari. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Menneg PP) Meutia Hatta juga mengatakan, diperkirakan jumlah korban perdagangan manusia dengan modus sama mencapai lebih dari 1.000 perempuan dan Jepang diduga bukan satu-satunya negara tujuan. Indonesia sendiri termasuk negara tier ke-3 dalam laporan perdagangan manusia 2002. Berdasarkan laporan Depertemen Luar Negeri Amerika Serikat tahun 2001 mengenai Perdagangan Manusia, bahwa Indonesia bersama 22 negara lainnya dipandang sebagai sumber perdagangan manusia, baik untuk kepentingan dalam negeri maupun mancanegara.
Salah satu tujuan perdagangan manusia adalah memasukkan perempuan dalam industri prostitusi. Di Thailand pada tahun 1993, diperkirakan 20.000 perempuan Burma terlibat sebagai pekerja seks di dalamnya., selain berasal dari Burma tercatat pula bahwa 80 ribu perempuan dari provinsi Yunan di Cina dikirim ke Thailand. Sementara di Malaysia Timur banyak pula perempuan Indonesia menjadi pekerja seks dalam industri prostitusi. Begitupula dengan Ukraina, sekitar 500 ribu wanita dan anak-anak dari negeri ini diselundupkan ke negara-negara Eropa. Komisi HAM PBB melaporkan, sekitar10 ribu anak-anak perempuan diselundupkan dari Myanmar ke Thailand. 40 persen pekerja seks anak di Kamboja di datangkan dari Vietnam. UNICEF juga melaporkan bahwa di Taiwan, sekitar 100 ribu remaja putri terlibat dalam industri prostitusi. Korban dalam industri prostitusi ini, sebagian besar merupakan korban perdagangan perempuan.
Dalam banyak kasus perdagangan manusia yang terjadi, seringkali korban dipaksa dengan modus penculikan. Tak sedikit pula korban berada dalam jeratan utang, sehingga dalam keadaan terpaksa mau dijadikan tebusan utang yang tidak dapat dibayar. Modus lain, korban ditipu dengan akan dipekerjakan di luar negeri sebagai buruh migran. Dalam modus penipuan, seringkali melibatkan orang terdekat seperti keluarga, tetangga dan tokoh masyarakat setempat. Seperti pada salah satu contoh kasus yang terjadi pada gadis yang masih berusia 17 tahun di Indonesia, ia diajak oleh bibinya untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Tapi pada akhirnya ia dibawa ke lokasi prostitusi, bahkan dipaksa dan dianiaya untuk menjajakan seks. Studi tentang pekerja seks di india, bahwa 33 persen dipaksa masuk dalam industri prostitusi karena ajakan keluarga dekat.
Tidak hanya prostitusi yang menjadi tujuan utama dalam perdagangan perempuan. Mereka yang diperdagangkan akan dipaksa menjalani aktivitas sebagai berikut:
Peredaran narkotika, Mail order bride, Child sex tourism (kasus untuk anak perempuan), Buruh migran (pembantu rumah tangga, buruh pabrik) dengan upah murah, Eksploitasi organ tubuh, Kurir narkoba, Adopsi ilegal, Pengemis jalanan dan tindakan serupa perbudakan.
Perdagangan perempuan sebagai aktivitas dalam trafficking in humanity lintas batas negara, sudah seharusnya menjadi perhatian yang serius dari masyarakat internasional mengingat semakin banyaknya kasus yang terjadi. Oleh : Nur Amelia
Ketua Korpus Korps PII Wati

Survey: "Indeks 'radikalisme' di Indonesia menurun" (?)


JAKARTA (Arrahmah.com) –  Berdasarkan hasil survei Lembaga Survey Indonesia mengenai isu ‘radikalisme’ dan ‘terorisme’ menunjukkan indeks ‘radikalisme’ Indonesia pada setahun terakhir mengalami penurunan, tapi belum dalam batas aman.
Indeks kerentanan radikalisme di Indonesia pada 2011 adalah 43,6 atau turun 1,44 dibanding tahun 2010 (45,4). Sedangkan level aman adalah 33,3.
Ketua Lazuardi Birru Dhyah Madya Ruth menjelaskan, indeks radikalisme diperoleh dari hasil penelitian kerentanan radikalisme terhadap 33 provinsi di Indonesia. Dalam survey tersebut diklaim ada 3 daerah yang dinilai paling rentan atau rawan tindakan ‘radikalisme’ yakni Aceh dengan indeks kerentanan 56,8, Jawa Barat (46,6), dan Banten (46,6).
Secara nasional, dipaparkan, tren radikalisme menunjukkan adanya penurunan sejumlah komponen indeks kerentanan radikalisme, yaitu sebagai akibat berkurangnya jumlah partisipasi dan dukungan dari masyarakat terhadap aksi-aksi radikal.
Hal tersebut diklaim sebagai ‘jerih payah’ upaya kontra radikalisme dan deradikalisasi yang intensif dilakukan pemerintah, media, dan civil society.
“Untuk mencapai titik aman di level 33,3, tentu saja masih perlu waktu, intensitas, dan konsistensi dalam menjalankan berbagai program terkait kontra-radikalisasi dan deradikalisasi,” kata Dhyah di Jakarta, Rabu (5/10/2011).
Diuraikan, komponen indeks kerentanan radikalisme terdiri dari tindakan radikal, sikap radikal, jihadisme, agenda Islamis, dan dukungan terhadap organisasi radikal. Selain itu, keanggotaan organisasi radikal, alienasi, deprivasi, intoleransi terhadap non-Muslim, perasaan tidak aman, serta perasaan terancam.
Dhyah menyampaikan, jika dibandingkan dengan data tahun 2010 maka pada tahun 2011 terlihat adanya penurunan 7 komponen indeks. Namun, Lazuardi Birru mencatat, 3 indeks yang turun secara signifikan adalah indeks tindakan radikal, indeks dukungan terhadap organisasi radikal, dan indeks jihadisme.
Peneliti senior Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi menjelaskan, survei dilakukan terhadap WNI yang punya hak pilih dalam pemilu, yakni berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika dilakukan survei, serta dilakukan dengan teknik multistage random sampling. Dengan jumlah sampel 1.240 responden, serta over sampel dilakukan di 9 provinsi yang masing-masing sebanyak 400 responden, sehingga total sampel adalah 4.840 orang.
Margin of error diperkirakan sekitar 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden diwawancara melalui tatap muka yang dilakukan pada Juni-Juli 2011. Survei dilakukan bekerja sama antara Lazuardi Birru dan LSI.
Sayangnya tidak disebutkan agama,  latar belakang pendidikan dan kualitas pemahaman agama para peserta responden yang diikut sertakan. karena ketika kita mengambil sampel dari responden yang pemahaman agamanya ‘tidak jelas’ maka wajar saja jika mereka ‘nurut’ saja apa yang diopinikan oleh pemerintah dan media. Wallohua’lam.  (sp/arrahmah.com)

Penipuan via SMS makin merajalela


JAKARTA (Arrahmah.com) – Masyarakat mulai banyak yang berdatangan ke kantor polisi untuk melaporkan kejahatan yang kini marak dilakukan via Short Massage Service (SMS) yang buntut-buntunya melakukan penyedotan pulsa dengan berkedok iming-iming hadiah.
Salah satunya, adalah quiz yang menggunakan sarana SMS *933*33# yang ditayangkan sebuah stasiun televisi swasta  pada bulan Maret 2011, seperti yang pernah dilakukan Mochmaad Feri Kuntoro.
“Ternyata setelah saya ikut, malah muncul berita info, mau saya unreg, ternyata tidak bisa,” kata Feri saat ditemui di Mapolda Metro Jaya seusai melapor ke SPK, Rabu (5/10/2011).
Pada saat melakukan registrasi ikut quiz tersebut, pulsa di handphone Feri sudah tersedot. Sampai akhirnya ia pun melapor ke Grapari (gerai layanan pelanggan dari operator Telkomsel), tetapi tetap saja pulsanya tersedot setiap harinya.
“Pada saat masuk sudah terpotong, saya pun sudah lapor ke Grapari, tapi tidak ada tindakan apapun. Dari bulan Maret (2011) pulsa saya tersedot Rp 2.000 setiap hari sampai sekarang,” ungkapnya.
Apesnya lagi, selain mengikuti quiz berkedok SMS, Feri pun mendapatkan NSP atau nada dering yang juga tidak bisa di unreg, padahal ia tidak pernah memintanya. Setiap Bulan pulsanya bobol Rp 75 ribu.
“Tiap bulan pulsa saya tersedot Rp 60 ribu, kemudian Rp 15 ribu untuk nada dering, jadi setiap bulan pulsa saya hilang Rp 75 ribu,” ucapnya.
Kesal dengan pulsanya tersedot terus, akhirnya Feri pun membuat laporan polisi dengan nomor P/3409/X/2011/PMJ/Ditreskrimsus tanpa ditulis siapa terlapornya.
“Saya belum melaporkan siapapun (dalam laporan ini) masih disidik siapa yang paling bertanggung jawab,” ungkapnya.
Sementara itu, modus penipuan via ponsel  yang juga ‘booming’ di masyarakat adalah SMS ‘Mama minta pulsa’. Aparat Kepolisian Daerah Metro Jaya akhir September lalu berhasil menciduk komplotan narapidana pelaku penipuan bermodus SMS.
Kepala Sub Direktorat Cyber Crime Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hermawan mengatakan polisi berhasil menemukan lokasi pelaku setelah melacak nomor telepon yang mereka gunakan.
“Alat itu hanya dimiliki Polda Metro Jaya dan Mabes Polri. Nilainya Rp 15 miliar,” kata
Hermawan di Markas Polda Metro Jaya pada Selasa, (4/10/2011) siang.
Namun, Hermawan enggan menyebut nama alat canggih tersebut. “Soalnya alat itu dipakai untuk melacak teroris juga,” katanya.
Penangkapan itu bermula dari laporan penipuan dengan korban seorang perempuan warga Medan bernama Sarabjit Kaur, 66 tahun. Pada 29 Agustus lalu, pelaku menipu Sarabjit hingga akhirnya uang Rp 126 juta di rekening korban bobol oleh pelaku.
Aparat kemudian melacak lokasi nomor yang digunakan untuk menghubungi Surabjit. Petunjuk yang ada kemudian menuntun polisi ke arah yang tak diduga, yakni Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara.
Di sana aparat Polda Metro menangkap enam anggota komplotan. Mereka adalah Andin, Bureng, Fredi, Tompul, Zul, dan Anto. Menurut Hermawan mereka semua divonis hukuman di atas sepuluh tahun. “Ada yang perampok dan pembunuh, serta narapidana narkoba,” katanya.
Aparat Polda Metro sempat kehilangan jejak pelaku. Sebabnya, kata Hermawan, sinyal penunjuk lokasi dari alat senilai Rp 15 miliar tersebut tak mampu menembus konstruksi Lembaga Pemasyarakatan. “Itu kan dilapis baja,” ujarnya.
Hermawan mengatakan komplotan inilah yang kerap menebar SMS tipuan. Isinya antara lain “mama minta pulsa” dan “saya sedang sakit”. Selain itu, komplotan ini juga suka menelepon korban berpura-pura berlaku sebagai kerabat yang sedang kesusahan.
Jadi, hati-hati dalam menggunakan ponsel. Berikut adalah tips-tips agar kita tidak terjebak dalam ‘kriminalitas ponsel’:
  1. Setiap ada pesan masuk yang meminta kirim pulsa atau uang dari nomer tak dikenal, sebaiknya langsung dihapus, dan jangan pernah dibalas. Karena ada kasus penipuan via ponsel, dimana ketika sang penerima SMS membalas maka secara otomatis akan menyedot pulsa tanpa disadari.
  2. Jangan pernah tergiur dengan mengikuti segala jenis quiz SMS, karena hal tersebut diharamkan karena merupakan salah satu bentuk perjudian.
  3. Agar selalu ‘aman’ sebaiknya tak perlu tertarik dengan mengaktifkan RBT, selain harus mengeluarkan pulsa tiap bulan, toh tanpa atau dengan RBT ponsel kita masih bisa digunakan dengan normal, karena pada dasarnya RBT adalah keinginan, bukan kebutuhan.
(dbs/arrahmah.com)

Indonesia Negara Terkaya Di Dunia Yang Luput Dari Perhatian




Banyak sebenarnya yang tidak tahu dimanakah negara terkaya di planet bumi ini, ada yang mengatakan Amerika, ada juga yang mengatakan negera-negara di timur tengah. tidak salah sebenarnya, contohnya Amerika. negara super power itu memiliki tingkat kemajuan teknologi yang hanya bisa disaingi segelintir negara, contoh lain lagi adalah negara-negara di timur Tengah.

Rata-rata negara yang tertutup gurun pasir dan cuaca yang menyengat itu mengandung jutaan barrel minyak yang siap untuk diolah. tapi itu semua belum cukup untuk menyamai negara yang satu ini. bahkan Amerika, Negara-negara timur tengah serta Uni Eropa-pun tak mampu menyamainya.

Dan inilah negara terkaya di planet bumi yang luput dari perhatian warga bumi lainya. warga negara ini pastilah bangga jika mereka tahu. tapi sayangnya mereka tidak sadar "berdiri di atas berlian" langsung saja kita lihat profil negaranya.

Wooww… Apa yang terjadi? apakah penulis (saya) salah? tapi dengan tegas saya nyatakan bahwa negara itulah sebagai negara terkaya di dunia. tapi bukankah negara itu sedang dalam kondisi terpuruk? hutang dimana-mana, kemiskinan, korupsi yang meraja lela, kondisi moral bangsa yang kian menurun serta masalah-masalah lain yang sedang menyelimuti negara itu.
baiklah mari kita urai semuanya satu persatu sehingga kita bisa melihat kekayaan negara ini sesungguhnya.

1. Negara ini punya pertambangan emas terbesar dengan kualitas emas terbaik di dunia. namanya PT Freeport.

Apa saja kandungan yang di tambang di Freeport? ketika pertambangan ini dibuka hingga sekarang, pertambangan ini telah mengasilkan 7,3 JUTA ton tembaga dan 724,7 JUTA ton emas. saya (penulis= suranegara) mencoba meng-Uangkan jumlah tersebut dengan harga per gram emas sekarang, saya anggap Rp. 300.000. dikali 724,7 JUTA ton emas/ 724.700.000.000.000 Gram dikali Rp 300.000. = Rp.217.410.000.000.000.000.000 Rupiah!!!!! ada yang bisa bantu saya cara baca nilai tersebut? itu hanya emas belum lagi tembaga serta bahan mineral lain-nya.

Lalu siapa yang mengelola pertambangan ini? bukan negara ini tapi AMERIKA! prosentasenya adalah 1% untuk negara pemilik tanah dan 99% untuk amerika sebagai negara yang memiliki teknologi untuk melakukan pertambangan disana. bahkan ketika emas dan tembaga disana mulai menipis ternyata dibawah lapisan emas dan tembaga tepatnya di kedalaman 400 meter ditemukan kandungan mineral yang harganya 100 kali lebih mahal dari pada emas, ya.. dialah URANIUM! bahan baku pembuatan bahan bakar nuklir itu ditemukan disana. belum jelas jumlah kandungan uranium yang ditemukan disana, tapi kabar terakhir yang beredar menurut para ahli kandungan uranium disana cukup untuk membuat pembangkit listrik Nuklir dengan tenaga yang dapat menerangi seluruh bumi hanya dengan kandungan uranium disana. Freeport banyak berjasa bagi segelintir pejabat negeri ini, para jenderal dan juga para politisi busuk, yang bisa menikmati hidup dengan bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa ini. Mereka ini tidak lebih baik darip

2. Negara ini punya cadangan gas alam TERBESAR DI DUNIA! tepatnya di Blok Natuna.

Berapa kandungan gas di blok natuna? Blok Natuna D Alpha memiliki cadangan gas hingga 202 TRILIUN kaki kubik!! dan masih banyak Blok-Blok penghasil tambang dan minyak seperti Blok Cepu dll. DIKELOLA SIAPA? EXXON MOBIL! dibantu sama Pertamina

3. Negara ini punya Hutan Tropis terbesar di dunia. hutan tropis ini memiliki luas 39.549.447 Hektar, dengan keanekaragaman hayati dan plasmanutfah terlengkap di dunia.
Letaknya di pulau Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi. sebenarnya jika negara ini menginginkan kiamat sangat mudah saja buat mereka. tebang saja semua pohon di hutan itu makan bumi pasti kiamat. karena bumi ini sangat tergantung sekali dengan hutan tropis ini untuk menjaga keseimbangan iklim karena hutan hujan Amazon tak cukup kuat untuk menyeimbangkan iklim bumi. dan sekarang mereka sedikit demi sediki telah mengkancurkanya hanya untuk segelintir orang yang punya uang untuk perkebunan dan lapangan Golf. sungguh sangat ironis sekali.

4. Negara ini punya Lautan terluas di dunia. dikelilingi dua samudra, yaitu Pasific dan Hindia hingga tidak heran memiliki jutaan spesies ikan yang tidak dimiliki negara lain.

Saking kaya-nya laut negara ini sampai-sampai negara lain pun ikut memanen ikan di lautan negara ini.

5. Negara ini punya jumlah penduduk terbesar ke 4 didunia. dengan jumlah penduduk segitu harusnya banyak orang-orang pintar yang telah dihasilkan negara ini, tapi pemerintah menelantarkan mereka-mereka. Sebagai sifat manusia yang ingin bertahan hidup tentu saja mereka ingin di hargai.

6. Negara ini memiliki tanah yang sangat subur. karena memiliki banyak gunung berapi yang aktif menjadikan tanah di negara ini sangat subur terlebih lagi negara ini dilintasi garis katulistiwa yang banyak terdapat sinar matahari dan hujan.
Jika dibandingkan dengan negara-negara timur tengah yang memiliki minyak yang sangat melimpah negara ini tentu saja jauh lebih kaya. coba kita semua bayangkan karena hasil mineral itu tak bisa diperbaharui dengan cepat. dan ketika seluruh minyak mereka telah habis maka mereka akan menjadi negara yang miskin karena mereka tidak memiliki tanah sesubur negara ini yang bisa ditanami apapun juga. bahkan tongkat kayu dan batu jadi tanaman.

7. Negara ini punya pemandangan yang sangat eksotis dan lagi-lagi tak ada negara yang bisa menyamainya dari puncak gunung

Sunnah dan Sains: Tulang Sulbi



Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal

Setelah terjadinya proses penyuburan melalui penyatuan air mani dengan indung telur di atas pembuluh telur yang menjadi sel janin pertama, dan unsur keturunan terus mengalami pengembangan di dalam janin itu sebagai hasil dari pertemuan dua unsur bapak dan ibu.

Dan pencampuran dua unsur tersebut akan membentuk rentetan kehidupan yang sempurna bagi makhluk hidup yang terjadi berdasarkan seluruh proses pertumbuhan, percampuran janin dan proses kehidupan yang penting bagi kehidupan setelah itu.

Lalu proses pertumbuhan janin dimulai dengan pembentukan pita janin, yang terdiri dari lapisan luar janin “okstodrm“ dan lapisan menengah “mizodrm” dan lapisan dalam “ondodrm“, kemudian setelah itu membentuk seluruh anggota tubuh janin.

Jika terdapat penyakit dalam pembentukan pita janin itu, menyebabkan pembentukan lapisan-lapisan janin dan proses pertumbuhan janin akan gagal, hingga perkembangan pembentukan pita janin merupakan asas dalam pembentukan sel janin. Karena pita janin merupakan pemegang semua pemekaran produksi sel, dan yang dimaksud dengan pembentukan sel yaitu tidak adanya pemekaran yang membentuk seluruh anggota tubuh janin, hingga proses pembentukan janin menjadi gagal.

Adapun pembentukan anggota tubuh janin dari lapisan-lapisan janin terdiri dari:
1) Lapisan luar terdiri dari kulit, sistem saraf, saluran pencernaan makanan dan prangkatnya. 2) Lapisan tengah terdiri dari hati, saluran darah, selaput jantung dan selaput paru-paru. 3) Lapisan dalam mencakup seluruh anggota seperti seluruh perkakas tubuh, dan kelenjar kelamin.

Setelah minggu keempat pita janin berhamburan dan bersembunyi di kawasan tulang ekor janin lalu bersembunyi di dalam satuan yang tumbuh, disebut juga "Ajbu Al-Janin". Dan sungguh Rasulullah SAW telah mengisyaratkan pada urgensi dan fungsi tulang sulbi ini. sebagaimana yang tertuang dalam sabdanya: "Semua bagian tubuh anak Adam akan dimakan tanah kecuali tulang sulbi yang darinya ia mulai diciptakan dan darinya dia akan dibangkitkan." (HR Bukhari, Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad)

Penjelasan di atas mengisyaratkan pada pentingnya tulang sulbi terhadap pita janin dalam pembentukan anggota tubuh janin, sebagaimana dalam sabda Nabi tersebut "sebab itu manusia diciptakan". Dan yang tersisa dari pita yang membawa rentetan pembentukan kehidupannya akan dibangkitkan pada hari kiamat, sebagaimana dalam sabda Nabi SAW "dan sebab itu pula manusia dibangkitkan".



Redaktur: cr01
Sumber: Ensiklopedi Petunjuk Sains dalam Alquran dan Sunnah

Black Kampanye lawan dengan Blog Kampanye

bulan-bintang-media.jpg

Huru-hara dalam terminologi politik dan kekuasaan terutama terjadi lantaran bersatunya ambisi dengan menguatnya provokasi yang sengaja di produksi untuk memperjelas posisi “Siapa kawan” dan “siapa lawan” . Siapapun maklum bahwa dalam politik sesungguhnya tidak ada istilah kawan sejati dan musuh abadi sebab saat politik telah menjadi panglima maka batas antara kawan dan lawan tidak lagi bisa diraba.

Menghadapi lawan secara kasat mata lebih mudah dibandingkan lawan yang tidak nampak, terlebih saat ini perang media tak terelakkan, opini – opini negatif dan situs –situs menyesatkan bertebaran di mana – mana sementara pengguna internet dan media online sudah sangat meluas menyentuh hampir semua strata dan lapisan masyarakat , kebanyakan kita sebagai pengguna tidak tahu menahu “mengapa bisa begitu” terlebih untuk bisa men-counter sesuatu yang kita anggap telah menyimpang dari seharusnya.
Berselancar informasi mau tidak mau menghadapkan kita sebagai seorang netter dengan sebuah mesin pencari yang diyakini memiliki database informasi yang lengkap dan mutakhir. Sebagai gambaran adalah pada saat kita menulis kata kunci Qur’an pada mesin pencari maka mesin pencari itu akan secara otomatis mencari dalam databasenya situs, artikel dan semua yang berhubungan dengan kata kunci Qur’an yang dimaksud dan menampilkannya dalam urutan rangking sesuai dengan rating, hits atau popularitas.
Mencapai rangking teratas dan muncul pada lembar pertama pencarian berarti membuka jalan dan peluang untuk diakses oleh jutaan pengguna internet di seluruh belahan dunia. Karenanya pengetahuan mengenai teknik submit, membuat link, meningkatkan hit dan popularitas menjadi penting untuk dipelajari untuk memaksimalkan peran media sebagai ujung tombak informasi.
Black Kampanye di Media
Menyisir media khususnya yang online terkadang perasaan kita terusik lantaran ulah tak bertanggungjawab dari para penebar opini negatif dan penebar “nada sumbang” yang keberadaannya sulit terlacak karena identitas yang ditampilkan sekedar kamuflase belaka sementara nada sumbang yang diproduksi cenderung mengumpat, memaki, mencela dan terasa hendak menjatuhkan citra dan membunuh karakter.
Jika kita menghadapi black kampanye semacam ini maka langkah – langkah yang bisa kita lakukan oleh para pengelola media adalah :
  • Menjawab komentar dan opini negatif secara positif seperti “terimakasih atas komentar yang menarik, akan lebih terpuji jika isi komentar anda lebih berisi, tidak sekedar mencaci dan menghakimi melainkan memberikan solusi”.
  • Menyiapkan bahan untuk melawan black kampanye itu dengan menyarankan sebuah URL sebagai referensi. Seperti “Maaf, komentar anda saya rasa kurang tepat, silahkan klik URL berikut untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan detail”
  • Membatasi akses dan melakukan penyaringan atas opini dan komentar, hal ini tidak disarankan untuk dilakukan karena sesungguhnya transparansi media dan kebebasan ber-apresiasi menjadi dipertaruhkan. Jika hal ini diberlakukan maka media tersebut hanya akan di akses oleh kalangan yang terbatas dan kian jauh dari wilayah publik sebagaimana cita-citanya saat membangun sebuah media.
  • Hal yang lazim dilakukan adalah dengan memberikan peringatan dini agar komentar tidak menyimpang dari topik seperti “Maaf, Komentar dan semua yang tidak ada hubungannya dengan topik akan segera dihapus”. Jurus ini bisa berjalan efektif setidaknya pengelola media bisa bebas menindak “penebar komentar sumbang” dan “penebar opini negatif” agar mereka jera.
  • Hal terbaik adalah dengan memberikan kebebasan dan membiarkan saja black kampanye berlangsung karena hal itu akan dengan sendirinya diapresiasi oleh penikmat media yang pro maupun yang kontra dan akan meningkatkan lalu lintas pengunjung ke media yang dimaksud.
Blog Kampanye
Langkah paling tepat untuk Menetralisir huru – hara media adalah dengan membuat website atau blog untuk menghadapi black kampanye tersebut. Karena bagaimanapun komentar dan opini negatif yang terlanjur terpublikasikan akan secara otomatis masuk kedalam database mesin pencari tempat pengelola media itu men-submit URL-nya Sehingga adakalanya black kampanye yang dilakukan secara berulang-ulang dan ter-skenario bisa menempati rangking yang baik untuk kata kunci tertentu atau bahkan bisa mengungguli media tempat black kampanye itu terpasang.
Jika Membuat dan merancang media dalam bentuk website memerlukan pengetahuan yang cukup mengenai html, css, java script atau php script sebaliknya membuat media dalam bentuk blog bisa lebih mudah dilakukan karena beberapa server blog menyediakan fasilitas WYSIWYG bahkan beberapa diantaranya sudah mendukung CMS (Content Management System).
Jadi tunggu apalagi, Segera buat blog sekarang juga dan lawan itu para perusuh media yang bisanya cuma melontarkan Black Kampanye lewat fitnah, caci maki dan aura negatifnya sendiri yang dibuka secara membabi buta.
Lawan Black Kampanye dengan Blog Kampanye…!!!

Struktur KAPPU Wilayah PBB provinsi Jabar


Lampiran Surat Keputusan

Nomor   : SK.PWJB-Sek/08/1432/2011
Tanggal : 07 Dzulkaidah1432  H/05 Oktober  2011 M

SUSUNAN DAN PERSONALIA
KOMITE AKSI PEMENANGAN PEMILIHAN UMUM WILAYAH (KAPPUWIL)
PARTAI BULAN BINTANG PROVINSI JAWA BARAT

Penasehat                   :Muksin MK                                      
                              :  H. Basir Sirojudin                                                                                                      :Syaifullah Rusyad                                                                                                                              
                                :Hj. Tien Kusmaya
                                     
Pembina                     : HA. Mamat Chusowie. SIP.          
                                   :Ir. H. Abdurrahim Santosa              
                                    :Nanang Romli. SPd.                         
                                                                                               
Ketua                    :  Alit Rahmat, S.Pd.I              
Wk. Ketua I            : Damanhuri                         
Wk. Ketua II           :  Nia Kurniasari, ST.MT      
Wk. Ketua III         :  Achmad Tohari                 
Wk. Ketua IV         :  Taufik Gunawan                
Wk. Ketua V           :  Gunawan Mansyur, S.Pd.I
Wk. Ketua VI         :  Dadan Dania                      
Wk. Ketua VII        :  Subekti Irwansyah, S.H

Sekretaris            :  Drs. H. Arif Budiman, M.Si.
Wk. Sekretaris I    :  Agus Hidayat, ST.
Wk. Sekretaris II   :  Agus Koswara
Wk. Sekretaris III  :  M. Ali Nurhakim
Wk. Sekretaris IV  :  Muhamad Natsir
Wk. Sekretaris V   :  Muhdan Firdaus Salam, S.Kom
Wk. Sekretaris VI  :  Tatus Sundara, S.Ag
Wk. Sekretaris VII :  Rohendra Fathamurbina, S.H

Bendahara           :  Eneng Humaerah, S.Pd.I
Wk. Bendahara I   :  Zakaria Bar’at

Dewan Pimpinan Wilayah
PARTAI BULAN BINTANG
Provinsi Jawa Barat
Ketua,



H.A. Mamat Chusowie. S.IP
NIA. : 23.11.000.086
Sekretaris,



Ir. H. Abdurrahim Santosa
NIA. : 23.20.000.002