Markas : Jl. Peta No. 49 Tlp/Fax 022-5224189 Bandung.40243 /dpwpbbjabar@gmail.com

Rabu, 17 Agustus 2011

Negeri Calo

NEGARA ini merdeka bukan semata-mata agar bebas dari penjajah, melainkan juga agar seluruh rakyatnya sejahtera. Namun, setelah 66 tahun merdeka, negara baru mampu mewujudkan kesejahteraan bagi sebagian kecil rakyatnya. Belum seluruh rakyat hidup sejahtera.
Berdasarkan hasil survei Setara Institute yang dirilis di Jakarta, Minggu (14/8), kemiskinan tetap menjadi masalah utama bangsa ini. Masalah bangsa lainnya ialah korupsi, kolusi, nepotisme, pengangguran, tingginya harga sembako, pemimpin yang tidak prorakyat, tingginya biaya pendidikan, dan buruknya pelayanan penyelenggara negara.
Salah satu sumber persoalan bangsa ialah tabiat elite yang tanpa integritas. Laku mereka jauh nian dari kata. Bangsa ini sudah lama tanpa keteladanan elite.
Kejujuran merupakan kwalitas langka, bahkan sangat lngka. Kepura-puraan malah kian digandrungi. Lebih celaka lagi, orang-orang yang dipercaya menangani pekerjaan-pekerjaan kejujuran yang menjadi syarat mutlak demokrasi dan tegaknya hukum berkeadilan, mengubahnya menjadi manipulasi dan kebohongan.
Contoh manipulasi berseliweran di sekitar kita. Satu per satu kasus hukum muncul lalu memangsa kasus yang lain hingga lenyap. Kasus mafia pajak yang melibatkan Gayus Tambunan memangsa skandal Century, kini muncul lagi kasus Muhammad Nazaruddin. Setiap kasus itu gegap-gempita pada pengungkapan awalnya kemudian sunyi-senyap penyelesaian akhir.
DPR yang bertugas melakukan pengawasan justru memperlihatkan kinerja buruk, bahkan terkenal sebagai lembaga yang korup. Tidak sedikit anggota dewan digiring Komisi Pemberantasan Korupsi ke bui. Tragisnya lagi, DPR tidak pernah jera. Kini muncul lagi kasus anggota DPR menjadi calo anggaran seperti yang terungkap dalam nyanyian Nazaruddin. Tugas utama DPR sebagai penyalur aspirasi rakyat terhenti lalu menjelma menjadi makelar.
Kiranya tidak berlebihan bila kita mengatakan inilah negeri calo. Sebab, calo berkeliaran dari terminal hingga Gedung DPR dan pemerintahan, dari pasar sampai lembaga penegak hukum.
Tentu saja bukan Ibu Pertiwi salah mengandung. Tapi, mental elite negeri ini yang porak-poranda. Mereka mengisi kemerdekaan tanpa kejujuran. Mereka disibukkan berbagai transaksi, negosiasi, demi kepentingan diri, kelompok dan partai sendiri. Mereka membuat Republik ini menjelma menjadi negeri calo. EDITORIAL MI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar