Markas : Jl. Peta No. 49 Tlp/Fax 022-5224189 Bandung.40243 /dpwpbbjabar@gmail.com

Selasa, 21 Juni 2011

Nazaruddin: Banggar DPR Terima Rp 8 Miliar


Posted by K@barNet pada 21/06/2011

Manuver mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin semakin tidak jelas dan janggal. Setelah menohok Anggelina Sondakh. Kini berbalik membelanya. Hal ini terungkap dalam pesan blackbery, yang diterima Senin sore (20/6), oleh wartawan pressroom.

Seperti diketahui pria berdarah Pakistan ini dalam pernyataan sebelumnya mengungkapkan keterlibatan Anggelina Sondakh, Mirwan Amir dan politisi PDI Perjuangan I wayan Koster. Dalam pesan, keduanya, Nazaruddin bahkan mengaku memiliki rekaman pengakuan Anggelina di depan Tim Pencari Fakta (TPF) Fraksi Partai Demokrat.
Namun, dua pernyataan tersebut terbantahkan dalam pesan blackbery yang ketiga. Disebutkan bahwa “otak” dari semua kasus suap sesmenpora itu adalah Wakil Ketua Banggar dari FPD, Mirwan Amir. Sedangkan, Angelina dan Wayan Koster hanya digunakan sebagai jalur lalu lintas saja. Mereka berdua tidak turut menikmati suap tersebut.
“Mirwan itu otaknya, Angelina Sondakh dan Wayan Koster hanya lewatan saja. Mirwan yang menikmatinya bersama dengan semua pimpinan Banggar lainnya. Uang sebanyak Rp8 miliar dibagi-bagikan ke semua pimpinan Banggar,” ujar Nazaruddin dalam pesannya di blackberry masangger, Senin (20/6).
Untuk itu Nazaruddin meminta KPK untuk segera memanggil Mirwan Amir karena dia yang menerima uang suap terkait pengesahan anggaran oleh Banggar. Dirinya pun meminta Tim Pencari Fakta (TPF) yang dibentuk fraksinya untuk membuka keterangan Angelina Sondakh mengenai aliran uang proyek SEA Games di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
“Saya minta teman-teman TPF mereka harus jelaskan sesuai fakta, jangan ditambahkan dan jangan dikurangi, sesuai apa yang di sampaikan Angelina ke TPF. Dalam penyelidikan TPF Itu jelas Mirwan Amir telah mengakui bahwa dia yang menerima semua uang itu,” tambahnya.
Nazaruddin menyebut klarifikasi Angelina ke TPF disaksikan Ketua Fraksi Demokrat Jafar Hafsah, Wakil Ketum Max Sopacua, Ketua TPF Benny K Har man, termasuk dua anggota TPF Edi Ramli Sitanggang dan Ruhut Sitompul. Wakil Ketua Badan Anggaran DPR dari Fraksi Demokrat Mirwan Amir dan Ketua Komisi X Mahyu ddin, disebut Nazaruddin juga hadir.
“Ini tanyakan dan suruh mereka jujur, apa yang dijelaskan Angelina kepada tim TPF, dan setelah itu Mirwan Amir terimah uang dia. Jelaskan uang itu kemana saja. Lebih baik anda telpon Ruhut, Max dan tim TPF yang lain, untuk menanyakan kebenaran yang saya sampaikan ini,” ujar Nazaruddin.
Sejauh ini Ketua Fraksi FPD, Muhammad Jafar Hafsah tidak bisa dimintai keterangan mengenai hal itu. Panggilan telepon maupun SMS yang dikirimkan oleh wartawan tidak dijawab sama sekali. Pimpinan Banggar sendiri selama ini juga terlihat bungkam. Minimal ada 3 kali kesempatan koordinatorian wartawan pressroom DPR meminta klarifikasi oleh pimpinan Banggar terhadap media di DPR.
Namun dengan berbagai alasan, mereka tidak mau menghadiri undangan wartawan DPR.Banggar sendiri dicurigai banyak pihak adalah lembaga di DPR yang paling banyak bermain anggaran. Semua anggaran yang disetujui harus keluar komisinya sebesar 7-10 persen. Untuk itulah sebenarnya wartawan ingin mengklarifikasinya namun tidak pernah ditanggapi oleh pimpinan banggar yang terdiri dari Melchias Markus Mekeng (Golkar), Mirwan Amir (Demokrat), Olly Dondokambey dan Tamsil Linrung
Terkait tudingan Nazaruddin itu, baik Angelina Sondakh dan Mirwan Amir melalui pernyataan yang dikeluarkan elite PD sudah membantah. “Kalau pertemuan kan kita selalu ada pertemuan, kalau pembicaraan dalam pertemuan itu tentukan tidak pada media saya harus membicarakannya. Karena itu urusan intern jadi saya tidak akan mengungkapkan yang dibicarakan. Oke, seperti itu kalau dia mengatakan begitu. Tapi bagi Bang Jafar tidak (tidak ada pertemuan),” ujar Ketua FPD Jafar Hafsah.
Sebelumnya anggota Banggar Wa Ode Nurhayati (F-PAN) akan melaporkan tiga pimpinan Banggar ke Badan Kehormatan (BK) DPR. Wa Ode mengadukan tiga pimpinan Banggar tersebut atas tindakan menerima pengaduan dari daerah yang menyebutkan Wa Ode meminta dana Rp800 juta dari daerah-daerah tanpa menunjukkan bukti. Tiga pimpinan yang dilaporkan ialah Ketua Banggar Melchias Marcus Mekeng (Golkar), serta dua wakil ketua, yakni Olly Dondokambey (PDIP) dan Tamsil Linrung (PKS). “Suratnya sudah dibuat dan staf saya menyerahkan ke BK besok (hari ini),” kata Wa Ode kemarin.
Sementara, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan memanggil semua pihak yang terlibat dalam kasus suap Sesmenpora terkait proyek pembagunan wisma atlet SEA Games. “Nanti pada saatnya kalau sudah diperlukan pasti akan kami panggil tidak hanya Anjelina Sondakh tapi yang lain-lain,” kata Ketua KPK Busryo Muqoddas di gedung DPR, Senin (20/6).JakartaPress

Tidak ada komentar:

Posting Komentar