Markas : Jl. Peta No. 49 Tlp/Fax 022-5224189 Bandung.40243 /dpwpbbjabar@gmail.com

Jumat, 11 Maret 2011

TANGGAPAN YUSRIL TERHADAP BERITA THE AGE


Berita Utama halaman depan The Age dan Sydney Morning Herald (video) pagi ini (Jumat, 11/3/2011) memang mengemparkan publik dalam negeri. Sumber pemberitaan yang menggunakan data kabel rahasia Kedubes Amerika Serikat di Jakarta itu antara lain mengatakan bahwa Presiden SBY menggunakan intelijen Indonesia untuk memata-matai para pesaing politiknya, setidaknya satu kali, yakni seorang menteri senior di dalam pemerintahannya.

Sementara menteri senior dalam pemerintahannya itu disebutkan adalah saya, Mensesneg Yusril Mahendra.
Saya sebenarnya tidaklah terlalu terkejut mendengar berita seperti itu, karena sejak lama saya memang merasakannya. Namun, tentu saja sejauh itu adalah pekerjaan intelijen, maka sangat sulit untuk melacaknya. Kalaulah memang apa yang saya rasakan benar, dan juga disebutkan dalam komunikasi rahasia Kedubes Amerika Serikat, maka apa yang dilakukan SBY terhadap saya, yang dalam hal ini apa yang dilakukan oleh Presiden terhadap Menteri Sekretaris Negara. memang patut disesalkan. Saya adalah pendukung utama SBY untuk menjadi Presiden di tahun 2004. Bahkan saya bersama-sama dengan Ketua Partai Demokrat Boedisantoso dan Jenderal Eddy Sudradjat, Ketua PKPI, adalah penandatangan pencalonan SBY menjadi Presiden untuk didaftarkan ke KPU. Sehingga, saya tidak mengerti kalau saya dianggap sebagai rival dan harus dimatai-matai. “Sebagai sesama kawan dan sahabat dekat, saya kira langkah itu memang kurang etis” .
Dalam pemberitaan The Age itu disebutkan pula bahwa Presiden meminta Hendarman Supandji untuk tidak melakukan pengusutan terhadap salah seorang politisi senior dari PDIP, sementara saya diminta untuk dimata-matai. “Saya kira, ini berakhir dengan diberhentikannya dari kabinet” kata Yusril menegaskan. Saya kira masalahnya sudah selesai sampai di situ. Namun ini terus berlanjut. Orang-orang dekat Presiden SBY terus berpikir bahwa saya ini adalah rival politik, sehingga kesalahan-kesalahan saya terus dicari-cari, sampai saya dituduhk korupsi Sisminbakum di akhir tahun 2008. Saat tuduhan itu dilontarkan, saya barusan saja didukung oleh partai untuk maju ke pencalonan Presiden 2009. Dengan tuduhan itu, saya benar-benar terpuruk.
Berita The Age itu mencontohkan, setidaknya sekali saya dimata-matai yang diketahui oleh Kedubes Amerika Serikat di Jakarta, yakni ketika saya pergi ke Singapura, yang dikatakan akan melakukan pertemuan rahasia dengan seorang pengusaha cina (a Chninese businessmen). Presiden SBY diberitakan memerintahkan Kepala BIN Samsir Siregar untuk mengerahkan anak buahnya mematai-matai saya. Saya sendiri merasa tak pernah ada pertemuan rahasia seperti itu.
Syamsir Siregar yang saya hubungi pagi ini, hanya tertawa mendengar berita itu. Dia tidak mengiyakan, juga tidak membantah. “Saya masa bodoh saja” kata Syamsir. Konon, Syamsir pagi ini dihubungi Presiden untuk menghadap sehubungan pemberitaan dua media terkemuka Australia itu. Namun dia mengaku sibuk, dan belum berkesempatan datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar